Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Ejakulasi Dini adalah disfungsi seksual laki-laki yang paling banyak dialami oleh pria muda maupun orang yang sudah tua. Jangan khawatir, ada banyak cara untuk mengatasinya, baik secara medis maupun secara non-medis.

Ejakulasi Dini (ED) bukan penyakit menular maupun penyakit yang berhubungan langsung dengan kesehatan Anda, tetapi dampaknya lebih cenderung kepada psikis, kepuasan seksual dan rasa percaya diri bagi Anda maupun pasangan. Sedangkan faktor penyebab diantaranya adalah faktor kondisi kesehatan dan psikis.

Ejakulasi Dini adalah Disfungsi seksual pada laki-laki, ditandai dengan ejakulasi yang selalu/hampir selalu terjadi sebelum/dalam waktu sekitar 1 menit setelah melakukan penetrasi ke vagina, dan ketidakmampuan laki-laki untuk menunda pada semua/hampir semua penetrasi vagina dengan konsekuensi pribadi yang negatif, seperti menghindari keintiman seksual, stress, kesedihan, atau frustrasi dana.”


Fakta Tentang Ejakulasi Dini

ED wajar jika terjadi sesekali pada saat situasi tertentu

Seseorang dikatakan mengalami gangguan ini jika sering mengalaminya, merasa terganggu, frustrasi sehingga berdampak buruk kepada kehidupannya. Terutama terjadi pada 1 menit pertama setelah penetrasi. Bila terjadi hanya sesekali pada situasi tertentu maka masih dianggap wajar dan tak perlu dikhawatirkan.

Ada beberapa tipe dan jenis ED, antara lain

  • ED seumur hidup, Seseorang yang mengalami sepanjang hidupnya sejak pertama kali melakukan hubungan seksual.
  • ED didapat, Seseorang baru diketahui memiliki gangguan setelah kegiatan hubungan seksual sebelumnya normal.
  • ED ringan, terjadi saat penis sedang melakukan penetrasi ke vagina, dan air mani keluar segera setelah hubungan seksual berlangsung dalam beberapa kali gesekan yang singkat dan cepat.
  • ED sedang, langsung terjadi setelah penis masuk vagina.
  • ED berat, langsung terjadi saat penis menyentuh vagina bagian luar.

Beberapa faktor penyebab ED

  • Faktor psikologis yang bisa menyebabkan ED antara lain rasa gelisah, takut, malu sehingga bisa membuat seseorang ingin cepat-cepat selesai bercinta.
  • Faktor biologis disebabkan oleh tingkat hormon testosteron yang tidak wajar, masalah pada kelenjar tiroid, gangguan saraf, dan inflamasi pada saluran uretra.
  • Kebiasaan Masturbasi dapat menyebabkan ED.
  • Penyebab psikis ialah kebiasaan melakukan hubungan intim secara tergesa-gesa dan nafsu berlebihan.
  • Penyebab fisik berkaitan dengan fungsi 'serotonin', yang bila kadarnya rendah akan membuat air mani pria cepat keluar.

Tanda dan gejala mengalami gangguan ED

  1. Durasi berhubungan seksual tidak lebih dari 1 atau 5 menit.
  2. Tidak mampu untuk menunda.
  3. Berusaha menghindari berhubungan intim karena frustrasi, takut tidak bisa memuaskan pasangan.

ED berdampak buruk terhadap psikologis penderita maupun pasangan Anda. Jangan sampai terjadi terus menerus karena dapat mengakibatkan pasangan kehilangan gairah seksual.


ED biasanya dialami pengantin baru pada saat malam pertama?

Berapa lama durasi bercinta atau bersenggama Anda pada saat malam pertama menjadi pengantin baru, apakah Anda sukses?

"Pengantin baru biasanya baru pertama kali merasakan bercinta, karena tidak memiliki pengetahuan dasar soal hubungan seksual maka ED bisa saja terjadi pada saat pertama kali dan membuat tidak nyaman bagi kedua pasangan"


ejakulasi dini adalah


ED menjadi momok yang menakutkan bagi beberapa pasangan pengantin baru, khususnya untuk mempelai pengantin pria. Tidak sedikit pengantin baru yang mengalami kegagalan berhubungan intim pada saat malam pertama mereka. Ereksi yang mengakibatkan air mani yang keluar terlalu cepat dapat menimbulkan rasa malu dan kurang percaya diri bagi seorang pria.

Dampak langsung akibat ED adalah terhadap psikologis dan keharmonisan rumah tangga. Untuk mengatasinya, disarankan jangan merasa malu dan tabu untuk melakukan komunikasi dengan pasangan Anda.

Di Indonesia khususnya, pembicaraan mengenai kualitas hubungan seksual, pendidikan mengenai kesehatan reproduksi masih menjadi hal yang tabu dan memalukan untuk didiskusikan dalam rumah tangga. Dampak positif akan langsung dirasakan ketika keterbukaan komunikasi bersama pasangan telah dilakukan demi mendapatkan kenikmatan seksual yang sesungguhnya ketika bercinta. Karena keharmonisan rumah tangga salah satunya ditentukan oleh faktor hubungan seksual yang berkualitas dan saling memuaskan.

Secara logika, hubungan seksual sama seperti melakukan kegiatan olah raga atau kegiatan lainnya. Diperlukan latihan, kebiasaan dan keterbukaan antara pasangan untuk mendapatkan kualitas seksual yang maksimal dan mencapai orgasme yang bersamaan.

Ada beberapa faktor mengapa ED terjadi, yaitu faktor karena memiliki gejala, tanda-tanda kelainan disfungsi ereksi atau faktor lain yang tidak berhubungan dengan disfungsi ereksi. Faktor lain tersebut antara lain:

  • Pemanasan atau "foreplay" yang kurang maksimal dapat membuat wanita kurang bergairah, rongga vagina tidak merekah sehingga susah untuk memasukkan penis ke dalam vagina. Jika hal ini terjadi dalam durasi yang lama maka penis akan mengalami kehilangan kekuatan ereksi dan layu.
  • Kondisi fisik yang lelah, stress karena pekerjaan, permasalahan sangat berpengaruh terhadap kebugaran dan mempengaruhi kemampuan penis melakukan ereksi.
  • Selera dan Mood bercinta bisa menjadi faktor penyebab kualitas hubungan seksual. Mood bercinta menurun bisa saja terjadi karena permasalahan pribadi, adaptasi maupun pengaruh hormon dan makanan. Sebaiknya untuk berkomunikasi langsung dengan pasangan jika hal ini terjadi pada Anda agar tidak terjadi salah paham dan hubungan seksual terjadi tanpa merasa ada keterpaksaan.

Hubungan intim bukan dinilai dengan Durasi berapa lama dalam bercinta tetapi yang paling utama adalah ketika kedua pasangan dapat mencapai orgasme secara bersamaan.

Jika Anda mengalami beberapa permasalahan di atas, sebaiknya yang Anda lakukan adalah:

"Pada saat akan melakukan penetrasi penis ke dalam vagina jangan terburu-buru. Tetapi masukkan penis dengan perlahan dan lembut ke dalam vagina (Miss V), jika foreplay atau pemanasan dirasa sudah cukup, dan proses pelendiran (lubrikasi) vagina pada wanita sudah optimal."


ED Ringan bisa terjadi ketika usia telah mencapai 50 tahun ke atas karena faktor penyakit degeneratif?

Anda sebelumnya tidak mengalaminya, tetapi ketika usia telah mencapai 50 tahun ke atas, durasi berhubungan intim tidak lebih dari 2 menit? Bagaimana cara mengatasi ED karena faktor penyakit degeneratif?

ED tipe Ringan terjadi ketika penis mengeluarkan air mani saat sedang penetrasi ke dalam vagina. ED Tipe Ringan bisa dialami siapa saja pada usia 50 tahun ke atas. Meskipun Anda sudah melakukan foreplay atau pemanasan dengan durasi waktu yang cukup, tidak minum alkohol, kopi, tidak merokok tetapi gangguan ED masih saja bisa terjadi

Bisa disebabkan oleh penyakit degeneratif. Penyakit Degeneratif adalah penyakit yang timbul ketika mengalami proses penuaan atau timbul seiring dengan bertambahnya usia. Ada sekitar 50 penyakit degeneratif, yaitu penyakit jantung, diabetes mellitus (kencing manis), kadar lemak dalam darah tinggi (dyslipidemia), osteoporosis dan lain-lain.

Penyakit degeneratif dapat memicu jaringan dalam batang penis (corpus cavenorsum) menjadi lebih sensitif (peka) sehingga fungsi untuk menunda sperma keluar dapat terganggu.


Untuk mengetahui penyebab dan solusi mengatasi ED tipe ringan yang terjadi pada usia 50 tahun ke atas yang disebabkan oleh penyakit degeneratif, dianjurkan untuk berkonsultasi langsung dengan dokter andrologi atau dokter spesialis kelamin untuk dilakukan general check-up.