Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Gangguan menstruasi adalah masalah yang biasa terjadi pada wanita. Dampak langsung dari gangguan menstruasi adalah menyebabkan rasa cemas yang signifikan pada penderita. Faktor yang paling berperan dalam masalah ini adalah faktor fisik dan psikologis.

Gangguan menstruasi diklasifikasikan sebagai berikut:

  1. Durasi atau lamanya gangguan dan jumlah darah haid.
    - Hipermenorea atau menoragia
    - Hipomenora
  2. Gangguan Siklus Menstruasi
    - Polimenorea
    - Oligomenorea
    - Amenorea
  3. Gangguan pendarahan di luar siklus haid
    - Menometroragia
  4. Gangguan lain yang berhubungan dengan haid
    - Dismenorea atau disminor
    - Sindroma prahaid

Salah satu yang paling banyak dialami oleh para wanita khususnya remaja adalah dismenorea. Pada topik bahasan ini kita akan mengupas lebih lanjut tentang apa itu dismenorea.

Dismenorea adalah nyeri kram atau tegang di daerah perut, terjadi 24 jam sebelum terjadinya menstruasi, dapat bertahan 24-36 jam meskipun rasa yang paling berat hanya berlangsung selama 24 jam. Kram tersebut terutama dirasakan di darah perut bagian bawah dan bisa menjalar sampai ke punggung atau permukaan bagian dalam paha, terkadang dapat menyebabkan penderita tidak berdaya untuk menahan nyeri.


Penyebab Dismenorea

Penyebab utama dismenorea sampai saat in belum jelas. Banyak yang mengatakan bahwa faktor keturunan, psikis dan lingkungan dapat mempengaruhi hal ini. Sebuah penelitian menunjukkan adanya pengaruh zat kimia dalam tubuh yang disebut prostaglandin. Telah dibuktikan bahwa prostaglandin berperan mengatur berbagai proses dalam tubuh termasuk aktivitas usus, perubahan diameter pembuluh darah, dan kontraksi pada uterus.

Para ahli berpendapat, bila pada keadaan tertentu di mana kadar prostaglandin berlebihan, maka kontraksi uterus akan bertambah. Hal tersebut menyebabkan terjadinya nyeri yang disebut dismenorea. Jadi prostaglandin yang berlebihan dapat menimbulkan gejala nyeri kepada, pusing, rasa panas, dingin pada muka, diare serta mual yang mengiringi pada saat haid.


Beberapa faktor resiko terjadinya dismenorea adalah:

  1. Menarche dini
    Menarche atau mendapatkan haid pertama pada usia awal yaitu sebelum usia 12 tahun sehingga menyebabkan alat-alat reproduksi belum siap untuk mengalami perubahan-perubahan dan belum berfungsi optimal sehingga timbul nyeri ketika akan mengalami menstruasi.
  1. Belum pernah hamil dan melahirkan
    Pada wanita hamil biasanya terjadi suatu alergi yang berhubungan erat dengan saraf yang menyebabkan adrenalin menurun, dan juga menyebabkan leher rahim dapat melebar sehingga sensasi rasa nyeri haid berkurang atau bahkan hilang.
  2. Durasi lama menstruasi lebih dari normal (lebih dari 7 hari)
    Lama menstruasi normal yaitu lebih dari 7 hari dapat menimbulkan adanya kontraksi uterus terjadi lebih lama sehingga mengakibatkan uterus lebih sering terjadi kontraksi, dan semakin banyak prostaglandin yang dikeluarkan. Produk prostaglandin yang berlebihan menimbulkan rasa nyeri, sedangkan kontraksi uterus yang terus menerus menyebabkan suplai darah ke uterus terhenti dan terjadilah dismenorea.
  3. Usia
    Perempuan semakin tua, lebih sering mengalami menstruasi maka leher rahim bertambah lebar, sehingga pada usia tua kejadian dismenorea jarang ditemukan.
  4. Mengkonsumsi alkohol
    Alkohol merupakan racun bagi tubuh kita, dan hati bertanggungjawab terhadap penghancur estrogen untuk disekresi oleh tubuh. Fungsi hati dapat terganggu karena mengkonsumsi alkohol berlebihan dan terus menerus, maka estrogen tidak dapat disekresi dari tubuh, akibatnya estrogen di dalam tubuh dapat meningkat dan dapat menimbulkan gangguan pada pelvis.
  5. Perokok
    Merokok dapat meningkatkan lamanya menstruasi dan meningkatkan lamanya dismenorea.
  6. Tidak pernah berolah raga
    Kejadian dismenorea akan meningkat dengan kurangnya aktifitas selama menstruasi dan kurangnya olah raga, hal ini dapat menyebabkan sirkulasi darah dan oksigen menurun. Dampak pada uterus adalah aliran darah dan sirkulasi oksigen pun berkurang dan menyebabkan nyeri.
  7. Stress
    Stres menimbulkan penekanan sensasi saraf-saraf pinggul dan otot-otot punggung bawah sehingga menyebabkan dismenorea.

Gejala Dismenorea

Gejala Dismimor yang sering muncul adalah:

  1. Rasa sakit dimulai pada hari pertama haid.
  2. Terasa lebih baik setelah mulai terjadi perdarahan menstruasi.
  3. Rasa nyeri terkadang hilang 1 atau 2 hari, namun juga ada wanita yang masih merasakan nyeri perut meskipun sudah 2 hari haid.
  4. Rasa nyeri pada perut bagian bawah, yang bisa menjalar ke punggung bagian bawah dan tungkai.
  5. Rasa nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang timbul atau sebagai nyeri tumpul yang terus-menerus.
  6. Terkadang disertai rasa mual, muntah, pusing atau pening.

Jenis-Jenis Dismenorea

Karakteristik gejala disminor berdasarkan tingkat rasa nyeri dibedakan menjadi 3 kelompok, yaitu:

  1. Dismenorea ringan
    Dismenorea ringan adalah rasa nyeri yang biasanya dirasakan oleh wanita waktu menstruasi yang berlangsung sesaat, rasa nyeri bisa hilang tanpa dilakukan pengobatan, sembuh hanya dengan cukup istirahat sejenak, tidak begitu mengganggu kegiatan harian, rasa nyeri tidak sampai menyebar tetapi tetap sekitar di daerah perut bawah.
  2. Dismenorea sedang
    Dismenorea yang bersifat sedang jika perempuan tersebut merasakan nyeri saat menstruasi yang berlangsung dalam 1-2 hari, menyebar di bagian perut bawah. Untuk mengatasinya diperlukan istirahat dan obat penangkal rasa nyeri. Rasa nyeri dapat hilang setelah mengkonsumsi obat anti nyeri, dan kadang-kadang dapat mengganggu aktivitas hidup sehari-hari.
  3. Dismenorea berat
    Dismenorea berat adalah rasa nyeri pada perut bagian bawah pada saat menstruasi dan menyebar sampai ke pinggang atau ke bagian tubuh yang lain, disertai pusing, rasa sakit kepala bahkan muntah dan mengalami diare. Untuk mengatasi dismenorea berat diperlukan istirahat yang cukup lama sehingga bisa mengganggu aktivitas sehari-hari selama 1 hari atau lebih, dan memerlukan pengobatan dismenorea.