Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Siklus Menstruasi berperan penting dalam fertilitas dan kesehatan reproduksi pada wanita. Menstruasi adalah perdarahan yang dialami wanita, terjadi secara periodik dan siklik (siklus) dari uterus disertai dengan pelepasan/deskuamasi pada bagian endometrium (runtuhnya dinding lapisan dalam rahim bertujuan mempersiapkan rahim menampung sel telur yang dibuahi) yang dimulai 14 hari setelah ovulasi.

Bila dalam masa subur sel telur tidak berhasil dibuahi sehingga tidak terjadi kehamilan, maka dinding yang sudah dipersiapkan akan mengelupas dan siklus baru yang sama akan dimulai lagi. Perubahan siklik yang dimaksud adalah perubahan siklus dalam organ reproduksi yaitu indung telur (ovarium) dan rahim (uterus) yang menyebabkan terjadinya proses menstruasi secara teratur. Hal ini dapat terjadi pada wanita yang telah masuk dalam usia reproduksi yaitu antara usia 15-49 tahun.

Siklus menstruasi pada wanita tidak sama, tetapi pada umumnya rata-rata lama siklus adalah 28 hari (panjang siklus antara 22-35 hari). Sedangkan lama menstruasi antara 5-7 hari, namun beberapa wanita memiliki siklus tidak teratur. Siklus teratur biasanya dialami saat memasuki usia 17-18 tahun atau 3-5 tahun setelah haid pertama kali datang (menarche).

Gangguan siklus haid merupakan indikator penting menunjukkan adanya gangguan fungsi sistem reproduksi yang berhubungan dengan peningkatan berbagai penyakit seperti kanker rahim, kanker payudara, infertilitas dan patah tulang. Gangguan siklus menstruasi wanita merupakan masalah yang cukup banyak dialami oleh wanita di sejumlah negara.


Gangguan Pada Siklus Haid

Ada banyak faktor penyebab terjadinya siklus haid tidak teratur. Siklus haid tidak teratur merupakan akibat tidak seimbangnya hormon pada sistem reproduksi wanita. Ketidakseimbangan energi berhubungan dengan menurunnya kadar estrogen, gangguan metabolisme, dan terjadinya amenorrhea atau oligo menorrhea. Aktivitas berlebihan juga dapat mempengaruhi siklus menstruasi wanita.

Siklus haid dianggap norma jika terjadi dengan interval 22-35 hari (dari hari pertama sampai pada permulaan periode berikutnya).

Gangguan siklus haid biasanya dialami pada awal masa reproduksi dan akhir masa reproduksi menjelang menopause. Gangguan siklus haid dalam masa reproduksi dikelompokkan sebagai berikut:

  1. Perubahan pada siklus haid
  2. Polimenorea, yaitu siklus pendek dari biasanya (kurang dari 21 hari pendarahan). Hal ini disebabkan oleh gangguan hormonal yang mengakibatkan gangguan ovulasi. Penyebabnya adalah kongesti ovarium karena peradangan, endometritis dan sebagainya.
  3. Oligomenora, yaitu siklus haid panjang, lebih dari 35 hari. Perdarahan biasanya berkurang, penyebabnya adalah gangguan hormonal, ansietas, stres, penyakit kronis, obat-obat tertentu, status penyakit nutrisi yang buruk, olah raga yang berat, penurunan berat badan yang signifikan dan ketidaknyamanan di suatu tempat atau lingkungan.
  4. Amenorea, yaitu siklus haid yang sangat panjang atau tidak terjadinya perdarahan haid, minimal 3 bulan berturut-turut. Amenorea dibagi menjadi 2 yaitu:
    1. Amenorea Primer yaitu suatu kondisi di mana seorang wanita tidak pernah mendapatkan haid sampai umur 18 tahun. Terutama gangguan poros hipotalamus, hipofisis, ovarium dan tidak terbentuknya alat genitalia.
    2. Amenorea Sekunder, yaitu suatu kondisi di mana seorang wanita pernah mendapatkan haid sampai umur 18 tahun dan diikuti dengan kegagalan menstruasi dengan melewati waktu 3 bulan atau lebih.

Penyebab terjadinya Amenorea antara lain:

  1. Fisiologi (sebelum menarche, hamil dan laktasi, menopause senium)
  2. Kelainan kongenital
  3. Pengaruh infeksi genitalia, tindakan tertentu, kelainan hormonal, tumor pada poros hipotalamus-hipofisis atau ovarium, kelainan dan kekurangan gizi.
  4. Perubahan jumlah darah haid
  5. Hipermenorea atau menoragia, yaitu perdarahan haid yang lebih banyak dari normal (lebih dari 8 hari). Penyebabnya kemungkinan terdapat mioma uteri, polip endometrium hyperplasia endometrium (penebalan pada dinding rahim dan biasanya terjadi karena ketegangan psikologi).
  6. Hipomenorea, yaitu perdarahan haid yang lebih pendek dari biasa dan/atau lebih kurang dari biasanya. Penyebabnya kemungkinan gangguan hormonal, kondisi wanita dengan penyakit tertentu.
  7. Gangguan pada siklus dan jumlah darah haid.

Pada keadaan ini terdapat gangguan siklus haid, perdarahan terjadi dengan interval yang tidak teratur, dengan jumlah darah menstruasi bervariasi, pola ini disebut metroragia.

Faktor penyebab siklus haid tidak teratur

  1. Gangguan hormonal
  2. Status gizi (tinggi atau rendah)
  3. Tingkat Stres
  4. Usia
  5. Penyakit metabolik seperti diabetes mellitus
  6. Pemakaian kontrasepsi
  7. Tumor pada ovarium
  8. Kelainan sistem saraf pusat (hipotalamus-hipofisis)
  9. Ukuran tubuh dan berat badan.

 Beberapa rangkaian fase menstruasi dan bagian-bagian siklus fase menstruasi wanita.

A. Siklus Endometrium

Terdiri dari 4 fase, yaitu:

  1. Fase Menstruasi
    Pada fase ini, endometrium terlepas dari dinding uterus dengan disertai pendarahan dan lapisan yang masih utuh hanya stratum basale. Rata-rata fase ini berlangsung selama lima hari (rentang 3-6 hari).  Pada awal fase menstruasi kadar estrogen, progesteron, LH (Lutenizing Hormon) menurun atau pada kadar terendahnya selama siklus dan kadarFSH (Folikel Stimulating Hormon) baru mulai meningkat.
  2. Fase Proliferasi
    Fase proliferasi merupakan fasepertumbuhan cepat berlangsung sejak hari ke-5 sampai hari ke-14 dari siklus haid, misalnya hari ke-10 siklus 24 hari, hari ke-15 siklus 28 hari, hari ke-18 siklus 32 hari.  Permukaan endometrium secara lengkap kembali normal sekitar empat hari atau menjelang perdarahan berhenti.  Dalam fase ini endometrium tumbuh menjadi setebal ± 3,5 mm atau sekitar 8-10 kali dari ketebalan sebelumnya, yang akan berakhir saat ovulasi.  Fase proliferasi tergantung pada stimulasi estrogen yang berasal dari folikel ovarium. 
  3. Fase Sekresi/Luteal
    Fase sekresi berlangsung sejak hari ovulasi sampai sekitar tiga hari sebelum periode menstruasi berikutnya. Pada akhir fase sekresi, endometrium sekretorius yang matang dengan sempurna mencapai ketebalan seperti beludru yang tebal dan halus. Endometrium Menjadi kaya dengan darah dan sekresi kelenjar.
  4. Fase Iskemi/premenstrual
    Implantasi atau nidasi ovum yang dibuahi terjadi sekitar 7 sampai 10 hari setelah ovulasi. Apabila tidak terjadi pembuahan dan implantasi, korpusluteum yang mensekresi estrogen dan progesteron menyusut. Seiring penyusutan kadar estrogen dan progesterone   yang cepat, arteri spiral menjadi spasme, sehingga suplai darah ke endo metrium fungsional terhenti dan terjadi nekrosis. Lapisan fungsional terpisah dari lapisan basal dan perdarahan menstruasi dimulai.

B. Siklus Ovulasi

Ovulasi merupakan meningkatnya kadar estrogen dalam tubuh yang menghambat pengeluaran FSH, kemudian hipofise mengeluarkan LH (luteinizing hormon). Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit sekunder dari folikel.  Folikel primer primitif berisi oosit yang tidak matur (sel primordial). sebelum ovulasi, satu sampai 30 folikel mulai matur di dalam ovarium dibawah pengaruh FSH dan estrogen. Lonjakan LH sebelum terjadi ovulasi mempengaruhi folikel yang terpilih. Di dalam folikel yang terpilih, oosit matur dan terjadi ovulasi, folikel yang kosong memulai berformasi menjadi korpus luteum.

C. Siklus Hipofisis-Hipotalamus

Menjelang akhir siklus haid yang normal, kadar estrogen dan progesteron darah menurun. Kadar hormon ovarium yang rendah dalam darah ini menstimulasi hipotalamus untuk mensekresi gonadotropin realising hormone (Gn-RH). Sebaliknya, Gn-RH menstimulasi sekresi folikel stimulating hormone (FSH). FSH menstimulasi perkembangan folikel de graaf ovarium dan produksi estrogennya. Kadar estrogen mulai menurun dan Gn-RH hipotalamus memicu hipofisis anterior untuk mengeluarkan lutenizing hormone (LH). LH mencapai puncak pada sekitar hari ke-13 atau ke-14 dari siklus 28 hari. Apabila tidak terjadi fertilisasi dan implantasi ovum pada masa ini, korpus luteum menyusut, oleh karena itu kadarestrogen dan progesteron menurun, maka terjadi menstruasi.