Penyebab Datang Bulan Tidak Teratur

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Mendapat haid teratur setiap bulan merupakan kebahagiaan tersendiri bagi wanita meskipun ketika datang bulan adalah waktu yang paling sensitif bagi wanita. Ketika haid, wanita harus berurusan dengan kembung, kram serta perubahan mood atau emosi tang tidak terduga. Bagi yang belum menikah, Anda akan merasa lega karena terlambat datang bulan berhubungan dengan kehamilan. Apakah Anda Memiliki Siklus Haid Tidak Teratur?

Apa yang dimaksud dengan siklus haid tidak teratur? Hal ini dapat diartikan bahwa Anda tidak mendapat haid selama 1 bulan atau lebih, atau datang bulan Anda berubah setiap bulan. Dalam kondisi normal, siklus haid berlangsung 2 sampai 8 hari setiap bulan. Apabila berlangsung lebih dari 8 hari, maka hal itu bisa diartikan tidak teratur. Sama halnya jika haid tidak datang selama 1 bulan penuh atau 36 hari setelah periode haid sebelumnya habis.


Ada banyak penyebab terlambat haid selain bukan karena hamil, antara lain sebagai berikut:

Penurunan Berat Badan dan Olahraga Berlebihan

penyebab menstruasi tidak teratur

Jika Indeks Massa Tubuh (IMT) turun dibawah 18 atau 19, Anda kemungkinan akan sering terlambat menstruasi. Hal ini dimaksudkan bukan untuk berpatokan kepada IMT, tetapi berpatokan pada kondisi akibat penurunan berat badan yang ekstrim. Gangguan perilaku makan seperti bulimia dan anoreksia dapat menjadi penyebab siklus menstruasi yang tidak teratur.

Hal yang juga dapat terjadi pada kegiatan olah raga berat seperti ketika persiapan lari triatlon atau maraton. Secara alami tubuh Anda memiliki cara untuk menghindari terjadinya kehamilan saat tubuh berada di bawah tekanan ekstrim seperti itu. Tubuh secara alami akan mencegah terjadinya ovulasi sehingga tidak memiliki hormon estrogen dalam jumlah banyak, lapisan rahim tidak terbangun besar, dan akhirnya tidak masuk periode menstruasi.

 

Berat Badan Berlebih

penyebab menstruasi tidak teratur

Kelebihan berat badan dapat memengaruhi hormon untuk membuat siklus menstruasi tidak beratur atau bahkan dapat menghentikan sama sekali. Wanita dengan obesitas akan kembali mendapat siklus haid normal jika sudah berupaya untuk menurunkan berat badan beberapa kg sampai dengan mencapai berat badan yang normal.

 

Stress

Penyebab Datang Bulan Tidak Teratur

Peristiwa yang tidak menyenangkan atau menakutkan dalam kehidupan dapat menjadi penyebab terjadinya amenorea hipotalamus. Hipotalamus adalah bagian dari otak yang terdapat hormon untuk mengatur agar periode haid teratur. Hipotalamus dipengaruhi oleh tingkatan stres yang dialami. Jadi ketika Anda sedang mengalami situasi yang tidak menyenangkan, sedih, menakutkan, seperti anggota keluarga ada yang meninggal, peristiwa perceraian atau peristiwa yang penuh dengan tekanan lainnya, hal itu bisa menjadi penyebab telat datang bulan.

 

Ketidakteraturan tiroid

penyebab menstruasi tidak teratur

Kelenjar tiroid yang ada di bagian leher memiliki fungsi mengatur sistem metabolisme pada tubuh. Kelenjar tiroid berinteraksi dengan sistem lain di dalam tubuh untuk menjaga segala hal dapat berjalan dengan normal lancar. Maka jika tubuh mengalami ketidakseimbangan tiroid, maka hal ini kan berdampak pada kelancaran menstruasi. Apabila Anda merasakan adanya gejala-gejala lain gangguan tiroid selain telat haid, sebaiknya Anda mengecek ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

 

Gejala Polisistik Ovarium

penyebab menstruasi tidak teratur

Polisistik Ovarium merupakan hormon tidak seimbang yang dapat mengakibatkan kekurangan ovulasi, sehingga tubuh harus merubah kadar hormon progesteron, estrogen, dan testosteron. Salah satu gejala polisistik ovarium adalah periode haid yang hilang atau sekedar tidak teratur. Gejala polisistik ovarium lain adalah meliputi pertumbuhan rambut pada bagian-bagian tubuh lain seperti tumbuh pada wajah dan dada, susah untuk menurunkan berat badan, dan permasalahan kesuburan. Jika Anda mengalami hal seperti ini, Dokter akan membantu Anda untuk mendapatkan rencana pengobatan untuk mengatasi permasalahan kesehatan ini.

 

Penyakit Kronis Lainnya atau Penyakit Celiac

mens tidak teratur

Penyakit celiac sering dihubungkan dengan permasalahan intoleransi gluten. Setiap penyakit kronis yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati akan menjadi pemicu stres pada semua sistem tubuh dan dapat menjadi penyebab telat haid.

 

Program KB yang Dijalani

mens tidak teratur

Periode menstruasi yang hilang kemungkinan akibat dari efek samping yang tidak berbahaya dari penggunaan metode KB yang sedang dijalani untuk menghindari terjadinya kehamilan. Mengkonsumsi Pil KB dosis rendah dapat menjadi penyebab datang bulan terlambat dan hal ini bukan sesuatu yang membahayakan. Hal yang sama juga untuk metode lain seperti implan, IUD hormonal, atau suntikan. Anda kemungkinan tidak mengalami menstruasi ketika sedang melakukan program KB. Namun Anda akan mendapatkan kembali menstruasi jika program KB dihentikan.

 

Menopause Dini

mens tidak teratur

Saat wanita yang berumur di bawah 40 tahun dan memiliki gangguan hormon, maka hal ini dapat menjadi penyebab terjadinya menopause dini, atau disebut juga dengan kegagalan ovarium prematur. Bulan demi bulan akan terlewati tanpa adanya siklus haid, gejala menopause dini lain pun akan dirasakan, seperti gejala serangan panas tiba-tiba atau hot flashes, berkeringat pada malam hari, dan kekeringan pada vagina. Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut di atas, sebaiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Namun Anda tidak usah khawatir, karena menopause dini jarang menyebabkan telat datang bulan.


Periode haid tidak teratur bisa menjadi penyebab untuk mendapatkan kehamilan dan bukan berarti Anda tidak bisa untuk hamil. Penyebab haid tidak teratur dan tingkat keparahan sangat berpengaruh pada peluang untuk mendapatkan kehamilan.

Jika Anda tidak sedang dalam kondisi hamil tetapi siklus haid tidak teratur, maka segera cari tahu penyebab haid tidak teratur. Mungkin ada salah satu dari uraian diatas yang patut untuk dicurigai menjadi penyebabnya dan ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan secara medis.