Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Gejala Herpes: Pada umumnya infeksi virus herpes tidak menimbulkan gejala atau hanya gejala ringan, sehingga orang dengan infeksi HSV- 1 atau HSV-2 tidak menyadari bahwa mereka sedang sakit. Apalagi gejala sering dianggap sebagai kelainan kulit lain.

Bila timbul gejala tampak sebagai gelembung (blister) kecil berwarna bening, bisa tunggal atau jamak, di daerah sekitar mulut, kelamin, atau rektum. Gelembung dapat pecah (masa ini disebut outbreak) dan menimbulkan bekas luka seperti sariawan yang membutuhkan dua atau empat minggu untuk sembuh. Luka herpes yang terletak di mulut biasanya terasa seperti kesemutan dan terbakar sesaat sebelum outbreak. Adanya gelembung itu sendiri sebetulnya sudah cukup menimbulkan rasa nyeri.

Saat outbreak pertama dapat digambarkan rasa nyeri yang hebat di sekitar kelamin atau area luka, sensasi terbakar, maupun kesulitan berkemih. Ada pula orang yang mengeluarkan cairan dari vagina atau penisnya. Gejala lainnya serupa flu, seperti demam, sakit seluruh badan, dan pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar area luka. Outbreak dapat terjadi berulang, hanya saja durasinya akan menjadi lebih singkat dan tidak seberat episode pertama. Infeksi herpes genital dapat bertahan dalam tubuh untuk waktu yang tidak dapat ditentukan, meski demikian jumlah outbreak cenderung menurun seiring waktu.

Tanda Dan Gejala Herpes

Beberapa orang ada yang menyadari dan ada yang tidak bahwa mereka terinfeksi penyakit herpes, namun hampir sebagian besar mereka tidak mengetahui tentang virus herpes. Hal ini terjadi karena mengalami gejala ringan dan tidak dikaitkan dengan penyakit herpes serta beberapa orang juga tidak mengalami gejala sama sekali.

Tanda dan gejala herpes berbeda-beda, disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara medis. Tanda penyakit herpes biasanya ditemukan pada penis dan vulva, dekat dubur, di bokong, atau di sekitar daerah kelamin. Herpes dapat menyebabkan gejala infeksi di alat kelamin maupun di sekeliling kelamin. Luka herpes di atau antara bokong seperti juga lesi pada paha. Herpes juga dapat menyebabkan apa yang dirasakan seperti retakan kecil dekat dubur, yang sering disalahartikan sebagai wasir. Oleh karena itu kita harus mengingat gejala dan tanda yang kambuh pada daerah sekitar kelamin atau dubur kemungkinan disebabkan oleh virus herpes simpleks.

Kapan Tanda Dan Gejala Tampak?

  • Gejala dapat diketahui dalam beberapa hari setelah terinfeksi virus herpes, kemungkinan juga beberapa minggu, bulan maupun tahun.
  • Sebagian orang mengalami jangkitan berat dalam beberapa hari setelah terinfeksi virus herpes dan ada juga jangkitan pertama ringan sehingga tidak diperhatikan.

Oleh karena itu, kadang kita mungkin mengalami kesulitan untuk mengetahui kapan, dimana dan dari siapa tertular virus herpes.

Apa Tanda Atau Gejala Herpes?

Setiap orang memiliki tanda dan gejala yang berbeda. Tanda dan gejala bisa ringan untuk satu orang dan bisa berat untuk orang lainnya.

  • Gejala ‘klasik’ yang biasanya dikaitkan dengan penyakit herpes adalah luka-luka, vesikel atau ulkus (disebut sebagai lesi). Lesi penyakit herpes mirip dengan benjolan atau lepuhan kecil yang akhirnya ditutup dengan lapisan keras, terlihat seperti luka terpotong. Lesi ini membutuhkan waktu 2-4 minggu untuk pulih.
  • Pada tahapan ini, beberapa orang mengalami sekumpulan lesi kedua, beberapa mengalami gejala mirip terkena flu, demam dan kelenjar bengkak, terutama dekat kunci paha. Untuk gejala berat pada peristiwa pertama bisa saja disertai dengan sakit kepala dan sakit ketika kencing. Sekali lagi, walaupun peristiwa pertama menimbulkan penyakit cukup berat, tanda herpes bermacam-macam dan pada sebagian orang infeksi awal hanya menghasilkan gejala ringan atau bahkan gejala yang biasa saja dan diabaikan.

Biasanya lesi herpes begitu ringan sehingga disalahartikan sebagai: gigitan serangga, luka lecet, infeksi lagi, gatal-gatal, atau masalah lain.