Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Apakah Anda seseorang yang aktif berhubungan seks dengan banyak pasangan tanpa menggunakan kondom? jika ya maka penyakit herpes genitalis mungkin saja bisa mengincar Anda, lalu bagaimanakah caranya untuk menegah hal tersebut dan apa sajakah gejala-gejalanya?

Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya terlebih dahulu Anda mengetahui bahwa penyakit herpes genitalis ataupun herpes kelamin adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) dan salah satu cara penyebarannya adalah dengan melakukan berbagai macam aktivitas seksual seperti seks vaginal, anal maupun oral dengan seseorang yang sudah terinfeksi virus herpes genitalis.

Diketahui penyebab penyakit herpes genitalis sebagian besar disebabkan oleh virus herpes simpleks tipe 2 (HSV-2), dan virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1) lebih sering menjadi penyebab luka dingin akan tetapi tidak menutup kemungkinan virus tersebut juga bisa menjadi penyebab herpes genitalis

Lalu, Apakah yang Terjadi Saat Virus HSV mulai Menginfeksi Tubuh?
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa penyakit herpes genitalis bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui berbagai macam aktivitas seksual dengan seseorang yang sudah terinfeksi, bahkan hal tersebut bisa terjadi jika orang dengan virus tersebut tidak memiliki gejala atau tanda infeksi.

Baca Juga: Apakah Seks Bisa Menyebabkan Herpes Kelamin?

Dan begitu virus masuk melalui kulit, maka viurs tersebut akan berjalan sepanjang jalan saraf, lalu virus ini mungkin menjadi tidak aktif di saraf dan tetap ada tanpa batas waktu. Selain itu dari waktu ke waktu virus tersebut bisa menjadi aktif dan ketika virus itu aktif maka virus tersebut bisa bergerak kembali menyusuri jalan saraf ke permukaan kulit yang dimana pada konsisi tersebut virus tambahan herpes akan ditumpahkan dan pada kondisi ini virus dapat menyebabkan wabah gejala atau mungkin tetap tidak dapat terdeteksi.

Namun, bagaimanapun virus tersebut bisa aktif kembali dan mudah berpindah dari satu pasangan ke pasangan lainnya melalui kontak seksual. Bahkan dengan memakai kondom mungkin tidak melindungi pasangan yang tidak terinfeksi karena virus ini bisa hadir pada kulit yang masih belum ditemukan.



Apa Sajakah Gejala Penyakit Herpes Genitalis?



Meskipun Anda masih bisa melewati infeksi, namun mungkin Anda tidak pernah memperhatikan bahwa telah memiliki gejala dari infeksi HSV dan di sisi lain, Anda mungkin melihat gejala dalam beberapa hari sampai beberapa minggu setelah kontak awal dengan virus HSV, dan berikut di bawah ini adalah beberapa gejala penyakit herpes genitalis:

- Timbul Luka Lecet
Gejala penyakit herpes genitalis yang pertama akan menimbulkan luka lecet berukuran kecil yang akhirnya luka tersebut bisa pecah dan borok yang terasa menyakitkan, namun biasanya luka tersebut bisa sembuh dalam beberapa minggu.

- Terdapat Luka yang Dibarengi Dengan Gejala Seperti Flu
Gejala penyakit herpes genitalis yang selanjutnya adalah terdapat luka lecet yang dibarengi dengan gejala flu, seperti gejala demam dan pembengkakan kelenjar getah bening, selain itu mungkin seseorang yang telah terinfeksi herpes genitalis akan mengalami sakit saat berkemih yang melewati luka dan hal ini terjadi terutama pada wanita, selain itu seseorang juga bisa bisa mengalami sakit kepala dan sakit pada bagian punggung.

- Timbul Luka Berwarna Merah Di Sekitar Alat Kelamin
Gejala penyakit herpes genitalis selanjutnya adalah timbulnya luka berwarna merah di sekitar alat kelamin atau pada anus baik pada pria maupun pada wanita yang dibarengi dengan rasa sakit, gatal-gatal, atau kesemutan.

Baca juga: Waspadai Hal Ini Dapat Menyebabkan Herpes Kelamin!!

- Menimbulkan Luka Lepuh yang Bisa Pecah dan Terasa Menyakitkan
Tahukah Anda bahwa ternyata jika luka lepuh pecah maka dapat menyebabkan luka yang menyakitkan dan biasanya luka ini mungkin terdapat di beberapa bagian seperti: pada alat kelamin pria maupun wanita, di pantat, paha, atau pada daerah rektum.

Perlu Anda ketahui bahwa seseorang yang memiliki wabah awal setelah terinfeksi HSV maka dapat diperkirakan memiliki empat sampai lima wabah dalam setahun, lalu seiring dengan berjalannya waktu maka tubuh Anda bisa membangun lebih banyak kekebalan terhadap virus, lalu mungkin juga wabah tersebut dapat menjadi kurang sering bahkan berhenti sama sekali pada beberapa orang.

Namun, perlu Anda ketahui juga bahwa gejala-gejala penyakit herpes genitalis diatas bukan satu-satunya kondisi yang bisa menghasilkan gejala tersebut karena gejala-gejala tersebut bisa juga gejala penyakit lainnya. Sehingga untuk memastikan apakah Anda terinfeksi atau tidak maka segeralah periksakan kondisi tersebut di Klinik Utama Gracia dan biasanya herpes kelamin didiagnosis dengan pemeriksaan fisik atau bisa juga menggunakan tes swab atau tes darah.



Lalu, Bisakah Gejala Diobati?
Perlu Anda ketahui bahwa tidak ada obat untuk herpes genital, akan tetapi gejalanya bisa dikurangi dan dicegah dengan pengobatan yang tepat dari dokter, selain itu pengobatan juga bisa mengurangi risiko untuk menulari orang lain.

Dan biasanya dokter mungkin juga akan meresepkan obat antiviral untuk membantu mencegah atau mengurangi rasa sakit dan ketidaknyamanan akibat gejala yang disebabkan oleh penyakit herpes kelamin dan obat tersebut bisa diminum setiap hari untuk menekan virus dan mengurangi jumlah wabah serta berfungsi untuk mengurangi risiko menulari orang lain.

Bagaimanakah Caranya Untuk Mencegah Penyakit Herpes Genitalis?


Tahukah Anda bahwa salah satu cara yang paling ampuh untuk mencegah herpes kelamin adalah dengan menghindari berbagai macam aktivitas seksual seperti seks vaginal, anal maupun oral dengan orang lain, namun jika Anda aktif secara seksual maka Anda dapat melakukan hal berikut untuk menurunkan kemungkinan Anda terkena herpes kelamin.

- Ada baiknya Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan Anda yang sudah Anda nikahi yang tidak terinfeksi PMS.

- Menggunakan kondom lateks dengan cara yang benar setiap kali berhubungan seks, akan tetapi Anda harus menyadari bahwa tidak semua luka herpes terjadi di daerah yang tertutup oleh kondom lateks.

- Karena virus herpes bisa menginfeksi dari daerah kulit yang tidak memiliki herpes yang terlihat dan tidak tertutup dengan kondom

- Jika Anda dalam masa pengobatan dan menjalin hubungan seks lagi dengan seseorang yang diketahui memiliki herpes kelamin maka Anda juga dapat terinfeksi herpes kelamin lagi

Saya hamil, Bagaimana herpes genital mempengaruhi bayi saya?
Jika Anda seorang wanita hamil dan memiliki herpes kelamin maka sangat penting bagi Anda untuk memeriksakan kondisi kesehatan bayi Anda ke dokter sebelum kelahiran dan beritahu dokter jika Anda pernah memiliki gejala, atau telah didiagnosis memiliki herpes kelamin.

Dan perlu Anda ketahui bahwa terdapat beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa infeksi herpes kelamin dapat menyebabkan keguguran, atau bisa membuat bayi Anda lahir terlalu dini atau lahir prematur. Biasanya infeksi herpes dapat ditularkan dari Anda ke bayi Anda sebelum lahir tetapi lebih sering diteruskan ke bayi Anda saat melahirkan, sehingga kondisi ini dapat menyebabkan infeksi yang berpotensi mematikan pada bayi Anda (disebut herpes neonatal)

Nah, itulah tadi berbagai macam penjelasan mengenai berbagai macam gejala penyakit herpes genitalis yang perlu Anda ketahui dan misalkan Anda aktif secara seksual serta memiliki gejala seperti di atas, maka Anda dapat berkonsultasi dengan mengklik tombol chat online di atas atau Anda bisa datang langsung ke Klinik Utama Gracia untuk menjalankan pengobatan yang tepat.


Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikginekologi.net hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.