Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Impotensi adalah salah satu penyebab disfungsi seksual. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah im·po·ten·si /impoténsi/ n perihal lemah syahwat; keadaan tidak bertenaga. Istilah lainnya adalah disfungsi ereksi (erectile dysfunction), lemah syahwat adalah ketidakmampuan seorang pria untuk memulai, melakukan atau mempertahankan ereksi/penis membesar atau menjadi tegang ketika mendapat rangsangan.

Impotensi memiliki dampak langsung terhadap gangguan psikologis, keharmonisan rumah tangga dan kehidupan sosial. Ereksi dipengaruhi oleh aliran darah ke penis. Faktor utama penyebabnya adalah faktor usia, psikologis dan gaya hidup.

Penyebab Impotensi

Ada banyak faktor penyebabnya, antara lain faktor psikologis, fisik, penyakit di derita dan gaya hidup. Faktor psikologis meliputi rasa cemas, takut, stress, depresi atau masalah pribadi lainnya. Faktor fisik meliputi hormon tidak seimbang, cidera, pembuluh darah ke penis menyempit dan lainnya. Faktor gaya hidup meliputi kebiasaan buruk seperti merokok, minum alkohol, kurang berolah raga dan lainnya. Faktor karena memiliki penyakit seperti jantung, diabetes dan lainnya.

Diagonis Impotensi

Diagnosis diperlukan untuk mengetahui penyebab, gejala dan menentukan cara pengobatan yang tepat. Apabila disebabkan oleh faktor fisik dan penyakit yang diderita, maka akan dilakukan pemeriksaan secara medis. Apabila dikarenakan faktor psikologis dan gaya hidup maka akan dianjurkan untuk dirujuk ke psikolog atau psiakiater untuk dilakukan bimbingan.

Pengobatan Impotensi

Pengobatan disesuaikan dengan penyebabnya. Pengobatan yang tepat dapat mempercepat mengatasinya, bisa dilakukan dengan pengobatan secara medis dan non medis.

Organ tubuh yang mempengaruhi kualitas ereksi adalah urat syaraf, jantung, pembuluh darah, dinding pembuluh darah bekerja dengan baik. Ereksi terjadi dimulai dari otak yang menerima rangsangan seksual dari penglihatan (mata), sentuhan (kulit), aroma atau wangi-wangian (hidung)suara atau bisikan (pendengaran).

Ereksi terjadi dimulai dari otak yang menerima rangsangan seksual dari penglihatan (mata), sentuhan (kulit), aroma atau wangi-wangian (hidung)suara atau bisikan (pendengaran).

Ketika proses terjadi ereksi, beberapa organ tubuh yang mempengaruhi kualitas ereksi adalah urat syaraf, jantung, pembuluh darah, dinding pembuluh darah bekerja dengan baik. Apabila salah satu fungsi organ tubuh tersebut mengalami gangguan atau bekerja tidak normal maka dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impoten.


Faktor Penyebab Impotensi

Beberapa faktor penyebabnya antara lain penyakit dan cidera, gaya hidup, penggunaan obat, operasi dan perawatan, serta kondisi psikologi.

Faktor Gangguan Fungsi Organ, Penyakit dan Cidera

Jantung, pembuluh darah merupakan organ tubuh yang paling berpengaruh terhadap terjadinya ereksi karena ereksi terjadi otak menerima rangsangan seksual dan mengirimkan sinyal ke penis melalui saraf. Kemudian saraf meningkatkan aliran darah ke penis sehingga penis menjadi besar dan keras. Maka jika terjadi gangguan pada fungsi jantung, pembuluh darah yang mengakibatkan aliran darah ke penis menjadi tidak lancar maka hal tersebut dapat menjadi penyebab disfungsi seksual atau penyebab impoten.

Beberapa penyakit dan faktor lain yang menjadi penyebabnya adalah diabetes (penyakit gula), stroke, parkinson, sindrom cushing, obesitas, hipertensi (tekanan darah), penyakit jantung, sklerosis multiple, kadar koleterol tinggi, insulin dan tekanan darah naik, penyumbatan pembuluh darah, kadar hormon testosteron rendah serta kelelahan.

Faktor Gaya Hidup (Kebiasaan)

Faktor gaya hidup yang buruk turut menyumbang menjadi penyebab, antara lain merokok, minum alkohol secara berlebihan, menggunakan obat-obat terlarang (narkoba) dan kurang melatih kekuatan tubuh atau olah raga.

Faktor efek samping penggunaan obat

Disfungsi seksual dapat disebabkan karena pengaruh penggunaan obat-obatan, seperti obat penekan hormon, obat kemoterapi, obat epilepsi, obat penyakit ginjal, darah tinggi, obat pereda depresi dan obat lainnya yang berhubungan dengan darah, saraf dan pembuluh darah.

Ada satu lagi penyebabnya, yaitu faktor psikologi, meliputi rasa cemas, stres, takut, depresi atau sedang mengalami masalah pribadi. Gangguan ini karena faktor psikologis terjadi pada waktu dan keadaan serta situasi tertentu ketika sedang menurun kondisi psikologisnya.

Penyebab Impotensi