Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Apakah suami Anda sering merasa kesulitan untuk naik ataupun kesulitan untuk berereksi ketika melakukan hubungan badan? Jika ya maka Anda harus mewaspadai hal tersebut karena bisa jadi merupakan ciri ciri impotensi, lalu bagaimanakah cara untuk mencegahnya?

Sebelum membahas lebih lanjut ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu bahwa impotensi adalah sebuah permasalahan klasik yang paling sering dialami oleh pria yang lebih tua, namun bukan berarti pria yang berusia muda bisa terbebas dari masalah impotensi.

Bahkan menurut The Merck Manual, hampir sekitar 50 % pria yang berusia 40 tahun sampai 70 tahun bisa mengalami impotensi pada satu waktu dalam kehidupan mereka, sehingga bisa dikatakan bahwa risiko impotensi akan meningkat seiring bertambahnya usia

Impotensi juga merupakan sebuah kondisi yang secara konsisten mempengaruhi kemampuan seseorang pria untuk mencapai atau mempertahankan ereksi, atau kemampuan untuk mencapai ejakulasi dan impotensi adalah bentuk disfungsi ereksi (DE).

Lalu, Apakah yang Menjadi Penyebab Impotensi?

Perlu Anda ketahui bahwa dengan memahami penyebab potensial impotensi yang paling umum dapat membantu seseorang pria mengidentifikasi mengapa mereka mungkin mengalami kondisi tersebut, dan berikut di bawah ini adalah beberapa faktor penyebab impotensi yang perlu Anda ketahui.

- Faktor Gaya Hidup dan Gangguan Emosional
Faktor penyebab pria mengalami impotensi yang pertama adalah karena faktor gaya hidup dan gangguan emosional, karena hampir sebagian besar pria yang mengalami gangguan emosional dan melakukan gaya hidup yang tidak sehat.

Contohnya saja sering mengkonsumsi minuman keras, menggunakan obat-obatan terlarang dll bisa mempengaruhi kemampuan mereka untuk menjadi bersemangat secara seksual dan akhirnya bisa menyebabkan masalah impotensi.

Depresi dan kecemasan juga ternyata dikaitkan dengan peningkatan risiko impotensi. Karena depresi adalah perasaan sedih, kehilangan harapan, atau tidak berdaya dam kelelahan yang berhubungan dengan depresi juga bisa menyebabkan masalah impotensi.

Baca Juga: Suami Sering Keluar Saat Berhubungan Seks, Ini Tipsnya Tanpa Efek Samping 

- Mengalami Penyakit Endokrin
Ternyata sistem endokrin pada tubuh manusia bisa menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme, fungsi seksual, reproduksi, mood, dan banyak lagi, selain itu ternyata diabetes adalah salah satu contoh penyakit endokrin yang bisa menyebabkan seseorang pria mengalami impotensi

Karena diabetes bisa mempengaruhi kemampuan tubuh pria untuk memanfaatkan hormon insulin dan salah satu efek samping yang terkait dengan diabetes kronis adalah kerusakan pada saraf Mr P sehingga otomatis hal ini dapat mempengaruhi sensasi pada Mr P. Komplikasi lain yang terkait dengan diabetes adalah gangguan aliran darah dan kadar hormon, sehingga kedua faktor ini dapat menyebabkan impotensi.

- Karena Kondisi Terkait Jantung
Tahukah Anda bahwa pada kondisi yang mempengaruhi jantung dan kemampuannya untuk memompa darah dengan baik bisa menyebabkan masalah impotensi? Karena tanpa aliran darah yang cukup ke Mr P maka seseorang pria tidak bisa untuk mencapai ereksi. Kondisi medis terkait jantung tersebut adalah seperti Aterosklerosis yaitu sebuah kondisi yang menyebabkan pembuluh darah menjadi tersumbat, sehingga bisa menyebabkan pria mengalami impotensi.

Selain itu ternyata tingkat kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi ataupun hipertensi juga dikaitkan dengan peningkatan risiko impotensi pada pria, sehingga untuk mencegah hal tersebut ada baiknya selalu menjaga kadar kolesterol dan tekanan darah dalam keadaan yang normal.



- Mengalami Gangguan Neurologis
Tahukah Anda bahwa beberapa kondisi neurologis ternyata dapat meningkatkan risiko impotensi pada pria? karena kondisi syaraf mempengaruhi kemampuan otak untuk berkomunikasi dengan sistem reproduksi, sehingga ganguan neurologis dapat mencegah seseorang pria untuk mengalami ereksi. Dan kelainan neurologis yang terkait dengan masalah impotensi meliputi:

- Penyakit Parkinson
- Penyakit Alzheimer
- Mengalami epilepsi lobus temporal
- Mengalami tumor otak atau tulang belakang
- Mengalami multiple sclerosis
- Seorang pria yang telah menjalani operasi kelenjar prostat juga bisa mengalami kerusakan saraf yang menyebabkan impotensi

- Mengkonsumsi Obat-Obatan Tertentu
Ternyata dengan mengkonsumsi obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi aliran darah ke Mr P sehingga bisa menyebabkan masalah impotensi, sehingga jika Anda merasakan hal tersebut maka ada baiknya segera hentikan mengkonsumsi obat-obatan dan konsultasikan permasalahan tersebut kepada dokter Anda.



Lalu, Ciri Ciri Impotensi Itu Seperti Apa?


Suami tidak bisa mendapatkan atau mempertahankan ereksi sehingga tidak bisa berhubungan seks itulah yang dokter sebut dengan impotensi ataupun disfungsi ereksi.

Jika ciri ciri tersebut hanya terjadi sesekali, itu tidak mungkin serius, namun jika suami Anda mengalami hal tersebut sepanjang hari maka sudah saatnya Anda berkonsultasi kepada Kami di Klinik Utama Gracia, dan berikut di bawah ini adalah beberapa ciri lainnya diantaranya:

- Kurangnya Keinginan Seks Dengan Pasangan
Ciri ciri impotensi yang pertama adalah kurangnya keinginan seks dengan pasangan Anda dan ternyata tidak hanya berhubungan seks saja, karena tanda-tanda kurangnya keinginan seksual tersebut termasuk: tidak ada ciuman atau kontak fisik lainnya yang sering dianggap foreplay.

Kurangnya keinginan seksual tersebut mungkin sebenarnya disebabkan oleh adanya penalaran moral, keinginan untuk tetap berpantang sampai menikah, takut akan keintiman atau takut malu dan penyebabnya mungkin juga karena kondisi medis tertentu.

- Ketidakmampuan Untuk Mencapai Ereksi
Seperti yang telah dijelaskan di atas jika suami Anda merasakan kondisi kesulitan untuk berereksi walaupun sudah dirangsang secara seksual, maka hal tersebut sudah dipastikan adalah ciri ciri impotensi dan ternyata hal ini bisa disebabkan oleh faktor medis atau psikologis.

- Ketidakmampuan Untuk Menjaga Tingkat Ereksi
Menurut University of California di San Francisco Medical Center menjelaskan bahwa ketidakmampuan untuk mempertahankan ereksi yang cukup kuat untuk berhubungan badan adalah ciri impotensi lainnya yang biasa terjadi pada pria.

Dalam kasus ini pria tersebut awalnya bisa mengalami ereksi, baik melalui rangsangan mental, atau disentuh oleh pasangan atau dengan menyentuh Mr P sendiri.  Namun, ereksi tersebut dapat hilang sebelum penetrasi atau segera setelah memulai hubungan badan, dan gejala ini biasanya menunjukkan bahwa masalah impotensi tersebut disebabkan oleh adanya masalah psikologis, termasuk stres, rasa bersalah, rasa takut, malu atau emosi lainnya.



Nah, itulah tadi berbagai macam ciri ciri impotensi yang perlu Anda waspadai dan misalkan Anda merasa suami memiliki ciri-ciri seperti di atas maka ada baiknya untuk segera konsultasikan kepada Kami di Klinik Utama Gracia atau Anda bisa juga berkonsultasi dengan mengklik tombol chat online di atas.


Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikandrologi.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.