Fungsi Kandung Kemih

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Fungsi Kandung Kemih adalah sebagai tempat untuk menyimpan urin yang dikeluarkan oleh ginjal. Kandung kemih adalah sebuah kantong yang dibentuk dari otot sebagai tempat urin mengalir dari ureter. Kandung kemih merupakan salah satu organ penting, berperan dalam sistem ekskresi yaitu sistem pengeluaran urin.

Makanan dan minuman yang dikonsumsi akan diolah dan kemudian diserap oleh tubuh. Hasil sari dari makanan yang berbentuk padatan dikeluarkan lewat anus berupa feses, sedangkan untuk sari makanan/minuman yang tidak berguna di keluarkan melalui saluran kencing berupa urin.

Ketika kandung kemih dalam keadaan kosong atau terisi setengah, maka kandung kemih terletak di dalam pelvis. Ketika kandung kemih dalam keadaan terisi lebih dari setengah maka kandung kemih menekan dan timbul ke atas dalam abdomen di atas pubis. Dinding kandung kemih terdiri dari lapisan Tunika muskularis (lapisan otot), sebelah luar (peritonium), lapisan mukosa (lapisan bagian dalam) dan Tunika sabmukosa.


Fungsi Kandung Kemih

1. Sebagai Tempat Penyimpanan

Fungsi yang pertama adalah sebagai tempat untuk menyimpan urin. Urin dikeluarkan oleh ginjal, kemudian akan di alirkan ke kandung kemih melalui 2 ureter dengan panjang 8-10 inci panjang tabung, yang dilengkapi dengan otot-otot yang kuat dan rileks sehingga membantu aliran urin ke kandung kemih. Saluran kandung kemih akan di kendalikan oleh sfingter uretra internal, yaitu otot melingkar dan terletak di antara leher kandung kemih dan uretra. Hal yang menyebabkan ingin buang air kecil adalah karena kandung kemih telah terisi penuh oleh urin, hal ini membuat reseptor peregangan di dinding kandung kemih dan akan mengirim sinyal ke otak untuk segera buang air kecil.

2. Mengirim Sinyal

Saraf perifer merupakan saraf dari cabang sum-sum tulang belakang yang terhubung ke otak. Saraf perifer akan mengirimkan sinyal ke otak untuk membuat anda ingin melakukan buang air kecil. Kemudian otak akan mengirim sinyal kembali ke kandung kemih untuk memberi perintah sfingter uretra internal untuk rileks dan otot detrusor untuk segera berkontraksi segera setelah berada di tempat buang air kencing/kamar mandi.

3. Berkemih

Ketika ingin buang air kecil, dan jauh dari toilet, maka harus menahan sampai menemukan toilet. Hal ini merupakan tugas syaraf untuk mengirimkan sinyal ke otak untuk menahan urin yang ada dalam kandung kemih.

Urin adalah bahan yang tidak sudah tidak dipakai oleh tubuh sehingga harus segera untuk di keluarkan. Jika tidak dikeluarkan atau terlalu sering menahan kencing dalam waktu lama, maka akan dapat menyebabkan terkena penyakit. Urin yang keluar biasanya mengandung bahan yang sudah tidak diperlukan oleh tubuh, yaitu seperti urea dan amonia.

Urea dan amonia ini jika di endapkan dalam waktu lama dapat menjadi kristal yang dapat menghambat aliran urin. Penyakit yang ditimbulkan akibat sering menahan ingin kencing adalah penyakit batu ginjal. Penyakit batu ginjal ini biasanya banyak diderita oleh kaum pria. Akan tetapi kaum wanita juga diharapkan jangan lupa untuk menjaga kandung kemih dari berbagai penyakit.