Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Penyebab infeksi kandung kemih: Penyakit infeksi yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah Infeksi Saluran Kemih (ISK), adalah suatu istilah umum yang sering dipakai ketika terjadi invasi mikroorganisme pada saluran kemih. ISK dapat dialami oleh laki-laki maupun perempuan pada anak-anak, remaja, dewasa maupun usia lanjut.

Prevalensi penyakit ini cukup beragam terjadi pada tingkatan umur dan jenis kelamin.

Penyakit ISK ditandai dengan ditemukan bakteri dalam jumlah tertentu pada urine (bacteriuria) yang tidak lazim ditemukan pada kondisi normal.

Seperti pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan, prevalensi penyakit ISK pada rentang usia ini terjadi hanya sekitar 1% dan pada umumnya diderita oleh bayi dengan jenis kelamin laki-laki. Kejadian infeksi pada bayi berhubungan dengan abnormalitas struktur dan fungsi saluran kemih, adanya kelainan anatomi dan fungsi saluran kemih menjadi salah satu faktor resiko terkena ISK.

Pada usia 1-5 tahun prevalensinya pada pria dan wanita meningkat, masing-masing 4,5% dan 0,5%. Sekitar 8% wanita pernah mengalami penyakit ISK pada masa kecil.

Pada masa remaja, prevalensi ISK meningkat secara dramatis dari 1% sebelum masa puber menjadi 4% setelah masa puber. Kenaikan ini secara umum dihubungkan dengan perilaku seksual, karena pada usia pertumbuhan, sebagian remaja mulai melakukan aktivitas seksual.

Pada usia 65 tahun ke atas, bacteriuria meningkat pesat menjadi 20% pada wanita dan 10% pada laki-laki. Peningkatan tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor antara lain karena terjadi obstruksi akibat hipertrofi prostat pria, prose pengosongan kandung kemih yang lambat pada wanita; sering melakukan buang air besar di sembarang tempat oleh orang yang sudah pikun; memiliki penyakit neuromuskular.

Gejala Penyakit ISK

Tidak ada gejala secara khusus bagi penderita, tetapi umumnya mengalami gejala yang terkait dengan tempat terjadinya infeksi dan tingkat keparahan infeksi. Gejala-gejala tersebut antara menggigil, demam, nyeri pinggang, sering mual dan muntah, sering terburu-buru saat buang air kecil, rasa nyeri supra pubik dan hematuria yang biasanya terkait dengan sistitis.

Klasifikasi Penyakit ISK

Dari segi anatomi medis, penyakit ISK diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu ISK bagian atas dan ISK bagian bawah. Infeksi pada bagian bawah terdiri dari sistitis (kandung kemih), uretritis (uretra), dan prostatitis (kelenjar prostat). Infeksi pada bagian atas terdiri dari pielonefritis yaitu infeksi yang melibatkan ginjal.

Penyakit ISK dari segi klinik dibagi menjadi:

  1. Simple/ Uncomplicated Urinary Tract Infection atau Infeksi saluran kemih tanpa komplikasi, yaitu jika infeksi terjadi tanpa faktor penyulit dan tidak ditemukan gangguan struktur dan fungsi pada saluran kemih.
  2. Complicated Urinary Tract Infection atau Infeksi saluran kemih terkomplikasi, ada jika terdapat kelainan struktur maupun fungsional dan hal tertentu sebagai ISK yang mengubah aliran urin seperti obstruksi aliran urine (kista ginjal, batu saluran kemih, abses ginjal, tumor ginjal, residu urin dalam kandungan kemih.

Pengobatan Penyakit ISK

Penggunaan antibiotik menjadi salah satu pilihan untuk mengobati penyakit ISK. Dalam pemakaian antibiotik agar bekerja secara efektif dan optimal diperlukan pengertian dan pemahaman yang benar.

Jika Anda mengalami penyakit ini, disarankan untuk melakukan pengobatan secara medis dengan datang ke dokter terdekat. Karena diagnosa dan dosis yang tepat akan mempercepat proses penyembuhan.