Penyebab Anyang Anyangan Pada Wanita

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Banyak yang tidak mengetahui penyebab anyang-anyangan, padahal ketika sedang mengalami gangguan ketika buang air kecil selalu mengatakan anyang-anyangan. Dalam istilah kedokteran tidak dikenal anyang-anyangan, tetapi di sebut dengan nama infeksi saluran kemih. Efek yang paling terasa ketika mengalami gangguan ini adalah rasa selalu ingin buang kecil dan air seni yang dikeluarkan hanya sedikit.

Efek yang ditimbulkan tidak hanya itu saja. Penderita gangguan ini pada saat ingin berkemih merasakan nyeri dan sakit pada saluran kemih. Rasa sakit yang dialami hampir sama dengan yang dialami oleh penderita batu ginjal. Jika selama 3 hari gangguan ini tidak kunjung membaik, disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara medis.


Berikut beberapa penyebab anyang anyangan atau infeksi saluran kemih yang harus diketahui:

1. Kuman

Masuknya kuman ke dalam saluran kemih dapat menjadi penyebab seseorang terkena gangguan anyang-anyangan. Oleh karena itu menjaga kebersihan ketika berkemih atau ketika ke kamar mandi.

2. Chlamydia

Pada wanita, bakteri chlamydia adalah yang paling sering menjadi penyebab anyang anyangan. Hal ini dapat terjadi karena bakteri tersebut berada di vagina. Biasanya terjadi ketika sedang mengalami keputihan sehingga bakteri dapat masuk ke saluran kemih.

3. Alergi

Alergi biasanya menjadi penyebab anyang-anyangan pada pria. Alergi bisa saja disebabkan karena lendir atau cairan vagina ketika sedang berhubungan intim dengan pasangan yang terkena keputihan.

4. Kurang Menjaga Kebersihan

Tidak menjaga kebersihan organ intim sebelum dan sesudah berhubungan seksual adalah salah satu penyebab timbulnya anyang-anyangan. Disarankan selalu membersihkan organ intim sebelum dan sesudah berhubungan seksual. Hal tersebut dilakukan agar bakteri atau kuman pada organ intim tidak masuk ke dalam saluran kemih.

5. Struktur Organ Intim yang Tidak Normal

Struktur organ intim tidak normal adalah salah satu pemicu anyang-anyangan. Seperti letak refluks urine yang lebih tinggi daripada saluran kemih sehingga tekanan hidrostatik bisa meningkat.

Salah satu hal yang menyebabkan seseorang terkena anyang-anyangan adalah struktur organ intim yang tidak normal. Struktur itu misalnya saja adalah refluks urin yang lebih tinggi dibandingkan saluran kemih bisa meningkatkan tekanan hidrostatik. Infeksi saluran kemih bisa terjadi ketika ada tekanan tersebut

6. Gangguan Prostat

Prostat yang fungsinya tidak bekerja dengan baik merupakan salah satu penyebab terjadinya anyang-anyangan.

7. Diabetes

Diabetes mellitus dapat menjadi penyebab anyang-anyangan karena terjadi akibat reaksi dari penyakit diabetes mellitus. Penderita diabetes mellitus merasakan selalu akan buang air kecil meskipun jumlah urin yang dikeluarkan sedikit. Tidak hanya diabetes, ketika tekanan darah dan kadar asam urat tinggi maka dapat terkena anyang-anyangan atau infeksi saluran kemih.

8. Dehidrasi

Alasan dehidrasi menjadi penyebab anyang-anyangan adalah karena orang yang sedang mengalami dehidrasi akan memproduksi urine lebih sedikit sehingga susah untuk berkemih.

9. Kehamilan

Wanita hamil tua biasanya akan menderita anyang-anyangan. Hal ini dapat terjadi karena pada saat usia kandungan semakin tua, kandungan akan membesar dan akan menekan kantung kemih sehingga akan selalu merasakan ingin buang air kecil atau berkemih. Ketika kantung kemih tertekan, maka ibu hamil dapat selalu merasakan ingin buang air kecil terus menerus.

10. Alat KB

Alat KB khususnya jenis spiral yang dimasukkan ke dalam rahim akan membuat rasa ingin buang air kecil terus-menerus.

11. Menopause

Ketika mengalami menopause hormon estrogen akan mengalami penurunan. Hal inilah yang dapat menyebabkan terkena infeksi saluran kemih

12. Batu Ginjal

Batu ginjal biasanya banyak dialami oleh pria daripada wanita. Batu ginjal bisa menjadi penyebab anyang-anyangan karena batu ginjal dapat menekan saluran kemih. Tekanan tersebut bisa membuat seseorang untuk selalu ingin berkemih secara terus-menerus tetapi tidak dapat dikeluarkan semua karena terhambat oleh batu ginjal.

13. Uretra Lebih Pendek

Hal ini dapat terjadi karena bakteri dan kuman akan mudah dan langsung masuk ke saluran kemih karena memiliki uretra pendek.