infeksi kandung kemih

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Terdapat banyak faktor yang menjadi penyebab infeksi saluran kencing, antara lain pengaruh mikroorganisme seperti bakteri/virus, anatomi fungsi tubuh dan riwayat keluarga, serta kondisi organ reproduksi. Bakteri yang paling banyak menjadi penyebab infeksi saluran kencing adalah Bakteri E Coli yang hidup pada usus manusia. Pada usus manusia Bakteri E. Coli memiliki tugas membantu proses pencernaan dan untuk memproduksi vitamin K. Akan tetapi jika bakteri tersebut pindah tempat, maka hal ini dapat menyebabkan terjadinya infeksi.

Sedangkan pada laki-laki usia 50 tahun ke atas, infeksi saluran kemih bisa saja dikarenakan terjadi pembesaran prostat yang menghimpit saluran kemih. Pada wanita, infeksi bisa saja terjadi karena disebabkan oleh hubungan seksual yang tidak bersih. Selain itu, penyakit yang diderita seperti Diabetes Mellitus serta penggunaan alat KB juga bisa menjadi penyebab terjadinya infeksi saluran kemih. Sedangkan pada anak-anak biasanya disebabkan karena memiliki cacat bawaan sejak lahir pada saluran kemihnya.

Faktor lainnya yang menjadi penyebabnya adalah penggunaan celana dalam terlalu ketat, sering menahan buang air kecil, konstipasi, kehamilan, penggunaan antibiotik, penggunaan kateter pada saluran kemih, atau cara yang salah ketika membasuh atau membersihkan organ intim pada wanita.


Untuk lebih jelasnya, berikut kami rangkum mengenai penyebab infeksi saluran kencing

1. Bakteri Escherichia Coli

E. Coli merupakan bakteri yang paling banyak menginfeksi saluran kemih pada wanita. Mencegah infeksi akibat bakteri ini sebenarnya sangat mudah, yaitu selalu menjaga kebersihan pada daerah organ kewanitaan dan mengurangi menggunakan panty liner. Melakukan cebok yang benar setelah buang air yaitu membasuh dari arah depan ke arah belakang atau dari vagina menuju ke anus bukan sebaliknya. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah masuknya Bakteri E. Coli dari anus menuju ke vagina.

 

2. Tidak membersihkan kelamin dengan benar

Bakteri juga bisa masuk ke saluran kemih melalui uretra. Biasanya hal ini terjadi karena adanya penyebaran bakteri ketika sedang membersihkan organ kelamin atau setelah buang air. Bakteri yang masih menempel kemudian cepat berkembang biak sehingga menginfeksi kandung kemih.

 

3. Tidak buang air kecil setelah berhubungan seksual

Hubungan seksual adalah salah satu penyebab infeksi saluran kemih. Bakteri biasanya disebarkan melalui aktivitas hubungan seksual. Mengapa infeksi saluran kemih sering dialami oleh wanita? Hal ini dapat terjadi karena pada umumnya saluran uretra pada wanita lebih pendek dari pada milik laki-laki. Oleh karena itu, wanita dianjurkan untuk melakukan buang air kecil setelah melakukan hubungan intim.

 

4. Kurang minum air

Ketika kurang minum, ginjal akan kekurangan bahkan kehilangan cairan. Ginjal membutuhkan cairan yang cukup agar fungsinya dapat berjalan dengan baik. Jika kurang minum, maka Anda akan menjadi jarang untuk buang air kecil dan urine akan menjadi lebih pekat. Ginjal yang kekurangan cairan akan memancing bakteri untuk menyerang. Jika hal ini terjadi maka bisa mengakibatkan infeksi saluran kencing. Oleh karena itu, tubuh sangat membutuhkan cairan yang cukup untuk mencegah timbulnya infeksi pada organ tubuh lainnya.


Bagaimana Cara Mencegah Infeksi Saluran Kemih?

  1. Minum yang cukup, idealnya 8 gelas per hari.
  2. Ganti pakaian secara teratur setiap hari.
  3. Bersihkan kelamin dengan air bersih. Untuk wanita, membersihkan atau membasuh dari arah depan menuju ke belakang yaitu dari vagina menuju ke anus. Hal tersebut dilakukan agar bakteri yang berasal dari anus tidak menyebar ke vagina.
  4. Jangan terbiasa untuk menahan kencing.
  5. Membiasakan diri buang air kecil sebelum maupun sesudah berhubungan intim.

Gejala Infeksi Saluran Kemih

Gejala infeksi saluran kencing biasanya ditandai rasa sakit pada daerah perut atau punggung, letih lesu, demam, muntah, mual, serta diare. Pada penderita usia 12 tahun ke bawah biasanya tidak ditandai dengan demam, akan tetapi terdapat gangguan berkemih seperti rasa selalu ingin berkemih, timbul rasa nyeri dan rasa panas seperti terbakar ketika berkemih serta tanda warna kemerahan pada urine sebagai penanda terdapat darah. Pada umumnya gejala spesifik yang dialami pada penderita usia 12 tahun adalah nafsu makan berkurang, gelisah, dan berat badan menurun.