Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 
Tentu kita tahu bahwa keputihan merupakan suatu kondisi yang terjadi pada wanita. Keputihan adalah salah satu kondisi yang normal dan umumnya dialami wanita pada saat tertentu. Vagina akan mengeluarkan cairan atau lendir encer, bening, tidak gatal dan tidak berbau. Umumnya orang mengira bahwa infeksi jamur dapat menyebabkan keputihan (Candida albicans) merupakan masalah wanita. Lalu, apakah pria mengalami keputihan?

Pada umumnya keputihan merupakan penyakit yang menyerang wanita. Akan tetapi, keputihan itu sendiri tidak hanya menyerang wanita saja. Keputihan dapat juga dialami oleh pria. Namun perbedaanya, cairan keputihan yang terjadi pada pria tentunya merupakan hal yang tidak normal, dan juga menjadi tanda adanya suatu penyakit. Karena secara normal, kelamin laki-laki itu kering lembab, dan tidak basah.

Infeksi Candida pada laki-laki terjadi di daerah selangkangan, dan bisa menyebabkan rasa nyeri, gatal, serta kemerahan pada kepala penis, skrotum, dan kulit selubungnya. Yang paling sering, hal ini ditandai dengan adanya bintik-bintik putih pada penis, sensasi terbakar saat berhubungan intim dan ruam yang berlangsung singkat atau sementara.

Karena Candida dapat berkembang pesat di kulit yang hangat, berkeringat, dan teriritasi, pria yang belum disunat memiliki kemungkinan lebih besar untuk terinfeksi Candida. Mungkin dalam beberapa kasus, kulit selubung penis bahkan hingga membengkak dan mengalami luka terbuka akibat infeksi jamur. Selain itu, jamur penyebab Candidiasis tidak hanya sekedar berkembang pesat dalam lingkungan yang memiliki kandungan gula yang tinggi seperti pada penderita diabetes. Tetapi juga dapat dicetuskan oleh reaksi alergi terhadap parfum, pewarna, sabun dan shower gel.

Tanda-tanda keputihan yang terjadi pada pria biasanya keluarnya cairan keputihan dengan warna kekuingan seperti susu. Cairan keputihan yang terjadi pada pria yang biasa disebut kencing nanah juda disebabkan oleh penyakit kelamin gonorea, atau bisa juga karena infeksi bakteri yang timbulnya berbarengan dengan kencing nanah. Keluhan ini bisa terjadi dengan gejala nyeri atau gatal. Bahkan bisa pula tanpa gejala. Umumnya, gonore terjadi akibat hubungan seksual yang tidak sehat.

Beberapa Langkah Pencegahan

  • Menghindari berganti-ganti pasangan ketika berhubungan seksual.
  • Membuat alat kelamin dan area di sekitarnya selalu bersih dan kering.
  • Jangan membiasakan berganti-ganti pakaian dalam dengan orang lain agar tidak mudah tertular penyakit.
  • Gunakanlah kondom jika berhubungan seksual dengan wanita yang sudah mengalami keputihan.

Jika sudah terkena penyakit tersebut, penting untuk memeriksakannya ke Dokter atau spesialis kelamin. Bila tidak segera diobati, mungkin akan berlanjut masuk ke kantong skrotum sehingga memerah, bengkak, dan panas. Jika tidak, turun ke skrotum dan tetap di batang penis, maka ketika ereksi akan terasa sakit. Atau jika tidak lari ke skrotum, bisa lari ke prostat.