Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Operasi selaput dara wanita adalah layanan medis prosedur bedah dengan tujuan untuk memperbaiki hymen pada wanita telah sobek dengan cara menjahit kembali.

Prosedur tersebut dikenal dengan istilah “Hymenorrhaphy” atau “rekonstruksi selaput dara" dan atau "operasi keperawanan”. Hal ini tidak termasuk dikategorikan ke dalam perawatan ginekologi secara konvensional. Operasi ini dikategorikan ke dalam prosedur bedah plastik karena hal ini biasanya dilakukan karena alasan non-medis. Oleh karena itu, operasi ini tidak tersedia secara umum di rumah sakit. Untuk melakukannya, pasien harus mendatangi klinik swasta jika ingin melakukannya.

Sebagian besar wanita yang menjalani prosedur ini menginginkan hymen-nya robek dan mengeluarkan darah ketika berhubungan seksual pertama kali dengan pasangannya. Banyak wanita melakukan ini karena dalam budaya tertentu robeknya hymen dan mengeluarkan darah ketika pertama kali melakukan hubungan intim dengan pasangan dianggap sebagai tanda keperawanan. Tapi, prosedur bedah ini dianggap tabu oleh budaya tertentu dan bahkan dikategorikan sebagai tindakan ilegal pada negara tertentu.


Siapa yang Perlu Menjalani Operasi Keperawanan?

Wanita yang memiliki keinginan untuk mengembalikan struktur asli, yaitu membran tipis menutupi lubang vagina, dapat mempertimbangkan untuk melakukan operasi keperawanan. Biasanya hymen dapat sobek karena penetrasi seksual, akan tetapi ada hal lain yang menjadi penyebabnya seperti olahraga, cedera, latihan fisik, penggunaan tampon, masturbasi, atau karena penyakit.

Di sisi lain, ada beberapa wanita yang memiliki hymen yang lebih elastis, bahkan aktifitas penetrasi seksual tidak dapat untuk menyobeknya. Dengan demikian, hymen yang terkoyak dan tidak keluar darah pada saat pertama kali penetrasi seksual, tidak selalu dapat diartikan bahwa wanita tersebut tidak perawan.

Berikut beberapa alasan umum para wanita ingin melakukan operasi keperawanan:

  1. Hymen yang sobek dan mengeluarkan darah pada saat pertama kali berhubungan intim adalah menandakan keperawanan, sebab keperawanan adalah hal yang penting menurut budaya tertentu.
  2. Mengembalikan keperawanan bagi mereka yang telah mengalami kekerasan seksual. Dengan melakukan hal ini akan dapat memberikan kelegaan secara emosional dan psikologis bagi si korban.
  3. Memperbaiki hymen yang rusak akibat cedera.

Wanita yang mempertimbangkan melakukan ini untuk mengembalikan keperawanan, perlu memperhatikan masa penyembuhan pasca operasi. Biasanya operasi keperawanan disarankan untuk dilakukan 3-4 minggu sebelum menikah.


Cara Kerja Operasi Keperawanan

Operasi keperawanan merupakan tindakan sederhana (non invasif), dapat dilakukan dengan bius lokal dan dikombinasikan dengan obat penenang dosis ringan. Tetapi dalam keadaan tertentu dapat dilakukan dengan bius total.

Pada tahap persiapan, akan dibuat sayatan untuk merobek tepian hymen. Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk rekonstruksi hymen, antara lain:

  1. Menjahit bersama dengan kulit yang sobek sehingga membentuk lapisan sekunder dari hymen. Hal ini dilakukan untuk membuat hymen terlihat utuh
  2. Menempatkan membran hasil buatan yang tidak mengandung pembuluh darah sebagai  Hymen palsu. Hal ini dilakukan dengan menempatkan kapsul gelatin yang mengandung cairan buatan menyerupai darah
  3. Membuat hymen baru dengan menempatkan lipatan yang diambil dari lapisan vagina bagian dalam dengan pembuluh darah yang berfungsi seperti hymen asli

Pada proses operasi, Dokter biasanya menggunakan benang jahitan yang dapat diserap. Hal ini dilakukan agar pasien tidak perlu kembali ke dokter untuk melepaskan jahitan.


Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Operasi Keperawanan

Setiap orang selalu menginginkan operasi yang dilakukannya berjalan dengan aman. Akan tetapi tetap saja ada beberapa resiko akibat operasi, antara lain:

  1. Infeksi merupakan resiko yang paling umum akibat dari semua jenis operasi. Inilah yang paling menjadi alasan dokter selalu memberikan resep antibiotik untuk mencegah infeksi akibat operasi.
  2. Perdarahan sementara setelah operasi adalah hal normal, dan bisa mereda serta hilang dalam beberapa hari ke depan. Akan tetapi jika terjadi perdarahan berkepanjangan mungkin merupakan tanda dari sebuah komplikasi.
  3. Striktur, hal ini dapat terjadi ketika hymen perbaikan secara berlebihan, sehingga membran yang digunakan menjadi terlalu sangat kaku ketat. Hal ini dapat mengakibatkan pembukaan menjadi terlalu sempit. Sehingga menyebabkan rasa sakit ketika berhubungan seksual, akan tetapi dengan berjalannya waktu dapat hilang dengan sendirinya.

Terlepas dari beberapa resiko tersebut di atas, komplikasi yang terjadi akibat operasi keperawanan sangat jarang terjadi. Ada pertanyaan mengenai artikel operasi keperawanan, tanya langsung dokter klik gambar di bawah ini!