Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Apakah Anda sudah pernah mendengar apa itu operasi keperawanan dan tes keperawanan? Tujuan dilakukannya tes keperawanan adalah melakukan pemeriksaan apakah Hymen masih utuh atau tidak.

Sampai saat ini, moralitas seorang wanita diukur berdasarkan keutuhan Hymen. Padahal kenyataannya tidak ada yang dapat disimpulkan dari kondisi keadaan Hymen. Apalagi setiap orang memiliki keadaan dan kondisi yang berbeda.

Apa itu Hymen?

Hymen atau dalam istilah medis disebut dengan hymen selalu dihubungkan dengan keperawanan wanita. Padahal Hymen atau hymen tersebut bisa saja robek walaupun sama sekali belum pernah melakukan aktivitas seksual. Selaput data bisa saja robek akibat aktifitas fisik, terjadi trauma di daerah sekitar selangkangan/kemaluan, infeksi maupun masturbasi.

Selaput adalah organ genital bagian luar berupa lapisan yang kulit sangat tipis yang menutupi sebagian atau seluruh mulut vagina.

Setiap wanita memiliki bentuk Hymen yang berbeda. Bentuk Hymen tergantung kadar hormon yang dimiliki. Bentuk Hymen yang paling umum adalah berbentuk bulan sabit. Setelah melalui masa pubertas, terjadi perubahan kadar estrogen dan aktivitas tertentu sehingga dapat membuat Hymen akan menjadi lebih tebal.

Apa yang menjadi penyebab Hymen robek?

Ada banyak faktor yang menjadi penyebab Hymen robek selain aktifitas hubungan seksual, antara lain:

  • Pernah mengalami cidera di sekitar kemaluan.
  • Olah raga yang terlalu keras.
  • Pemeriksaan vagina.
  • Masturbasi

Apakah ada hubungan Hymen dengan keperawanan?

Sebagian besar orang Indonesia selalu mendefinisikan bahwa kondisi Hymen yang masih utuh sebelum menikah menandakan masih terjaganya status keperawanan seorang wanita. Padahal dalam kenyataannya ada faktor lain yang menjadi penyebab robeknya Hymen selain penetrasi penis atau aktifitas seksual. Selain itu ada juga beberapa wanita yang terlahir tanpa memiliki Hymen meskipun jumlahnya sangat jarang ditemukan.

keperawanan

Oleh karena itu, hal inilah yang menjadi penyebab tidak semua wanita akan mengalami pendarahan ketika melakukan hubungan intim pada saat pertama kali. Sebagian wanita akan mengalami rasa nyeri dan terjadi pendarahan akibat robeknya Hymen dan sebagian tidak mengalaminya karena Hymen sudah robek terlebih dahulu akibat aktivitas lain.

Banyak wanita yang tidak mengetahui apakah Hymennya masih utuh akibat melakukan aktifitas yang beresiko. Kondisi ini terkadang terdeteksi karena memang terkadang tidak menyebabkan pendarahan maupun rasa sakit.

Pendarahan yang terjadi ketika melakukan hubungan seksual bisa terjadi bukan akibat dari robeknya Hymen, akan tetapi bisa diakibatkan hal lain seperti penggunaan alat bantu seks, vagina dalam keadaan kering maupun hubungan seksual yang dilakukan secara tidak perlahan-lahan.

Oleh karena itu, Hymen tidak ada hubungannya dengan keperawanan seorang wanita. Disimpulkan demikian karena ada banyak faktor menjadi penyebab robeknya Hymen. Hymen tidak dapat dijadikan patokan sebagai alat untuk menentukan keperawanan. Hal yang jauh lebih penting adalah pendidikan seks sejak dini bagi setiap wanita terutama remaja dan dapat bertanggung jawab atas kegiatan seksual yang dilakukannya.

Apakah perlu dilakukan operasi Hymen?

Kebutuhan operasi itu tergantung dengan kebutuhan, sudut pandang dan pemahaman terhadap keperawanan. Jika sudut pandang hanya pada keadaan keutuhan Hymen, maka Hymen bisa diperbaiki dengan melakukan prosedur yang biasa disebut Himenoplasty. Jika Anda membutuhkan pelayanan medis operasi keperawanan, disarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu.

Untuk konsultasi mengenai operasi Hymen melalui line telepon 0821-6666-9797 atau melalui pelayanan konsultasi online melalui chating dengan klik gambar di bawah ini!.