Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Orchitis atau orkitis mungkin adalah penyakit yang masih asing di dengar oleh banyak orang. Padahal orchitis adalah penyakit yang sangat mungkin terjadi pada setiap pria. Orchitis adalah terjadinya peradangan di bagian testis pria. Peradangan ini bisa terjadi pada hanya satu testis ataupun malah keduanya. Peradangan ini bisa terjadi karena adanya infeksi pada bagian tubuh lain, yang akhirnya berdampak pada area testis pria. Walaupun bisa dialami oleh siapa saja, namun seringkali terjadi pada pria yang berusia di atas 45 tahun ataupun pada penderita gondok.

Penyebab Orchitis

Orchitis adalah penyakit yang dibagi menjadi tiga jenis berdasar dari penyebabnya, yaitu idiopatik, virus dan bakteri. Orchitis idiopatik merupakan jenis orchitis yang tidak diketahui penyebabnya. Orchitis virus merupakan peradangan testis yang terjadi karena virus yang biasanya disebabkan oleh virus mumps yang merupakan penyebab gondongan. Orchitis virus ini paling sering ditemui pada anak laki-laki yang berusia di bawah 10 tahun.

Sedangkan orchitis bakteri terjadi karena adanya bakteri seperti escherichia coli, staphylococcus, dan juga streptococcus. Bakteri lain seperti bakteri penyebab epididimitis, klamidia, gonore ataupun sipilis, juga bisa membuat terjadinya peradangan pada testis ini.

Pria juga dapat berisiko tinggi mengalami orchitis bila mengalami infeksi saluran kemih, belum pernah melakukan vaksin gondong, sebelumnya pernah mengalami penyakit menular seksual, sering berganti pasangan seksual, melakukan aktivitas seksual yang berisiko, ataupun pernah berhubungan seksual dengan orang yang mengalami penyakit menular seksual.

Gejala Orchitis

Penderita orchitis akan mengalami beberapa gejala seperti bengkak dan juga sakit pada skrotum hingga beberapa minggu, mual, demam, buang air kecil sakit, terasa berat pada area yang terinfeksi, keluarnya darah dan juga semen, dan skrotum terasa sakit ketika disentuh atau saat melakukan hubungan seksual.

Penyakit ini bukan hanya menimbulkan ketidaknyamanan pada penderitanya, karena penyakit orchitis juga merupakan salah satu penyebab seorang pria mengalami gangguan kesuburan. Sebaiknya segera lakukan penanganan agar penyakit ini tidak menyebabkan terjadinya komplikasi.

Diagnosis Orchitis

Pemeriksaan fisik akan dilakukan untuk melihat adanya pembengkakan di testis, kelenjar getah bening yang berada di selangkangan, dan prostat. Adapula pemeriksaan lain yang akan dilakukan seperti:

  • Pemeriksaan urine untuk melihat adanya infeksi menular seksual atau bakteri yang bisa menyebabkan terjadinya infeksi.
  • Pemeriksaan darah untuk melihat infeksi HIV, sipilis, dan penyakit menular yang lain.
  • Ultrasound testis untuk melihat kuantitas darah yang berada pada testis.
  • Pemeriksaan dubur untuk melihat adanya pembengkakan di prostat dan juga untuk memastikan lamanya pemberian antibiotik yang dibutuhkan oleh pasien.
  • Pemeriksaan penyakit menular seksual dengan menguji sampel cairan kelamin untuk melihat adanya infeksi gonore atau klamidia.
  • Tes pencitraan testis dengan penggunaan pelacak radioaktif yang dimasukkan pada aliran darah untuk melihat apakan pasien mengalami penyakit orchitis.

Bila ada gejala yang dirasakan yang menandakan terjadinya orchitis, akan lebih baik bila Anda memeriksakan diri langsung ke dokter. Dokter umumnya akan memberikan antibiotik atau antivirus, anti-inflamasi, dan juga penghilang rasa sakit. Penanganan mandiri juga bisa Anda lakukan dengan cara mengompres area testis yang bengkak untuk mengurangi rasa sakit yang muncul.

Secepatnya melakukan pengobatan orchitis adalah cara tepat agar tidak terjadi komplikasi ataupun permasalahan lain yang berhubungan dengan kesuburan pria. Periksakan diri Anda ke dokter andrologi Klinik Utama Gracia agar permasalahan Anda bisa teratasi. Anda juga bisa melakukan konsultasi online dengan staf medis Klinik Utama Gracia.