apa itu phimosis adalah

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 
Klinik Utama Gracia - Pimosis / Phimosis adalah preputium yang tidak dapat di retraksi. Kondisi ini membuat rasa cemas serta khawatir. Dari beberapa kasus ini, umumnya kondisi ini di tangani dengan melakukan proses sunat.

Apa Itu Phimosis?

Phimosis adalah kondisi yang mana kulup penis terasa terlalu ketat sehingga kondisi tersebut membuat kulit penis tidak dapat ditarik. Kondisi ini merupakan kondisi yang normal apabila terjadi pada bayi atau anak-anak. Namun apabila kondisi ini terjadi pada anak-anak yang lebih tua, remaja, atau orang dewasa, Kemungkinan terjadi disebabkan oleh jaringan parut yang terdapat pada kulup.

Baca juga: Orkitis adalah

Apabila anda atau keluarga anda mengalami kondisi seperti ini, sebenarnya tidak perlu terlalu cemas dan khawatir. Kecuali apabila kondisi tersebut disertai rasa nyeri, kemerahan, menimbulkan bengkak, serta sulit untuk buang air kecil. Tentunya kondisi tersebut perlu untuk segera diobati. Pada pria dewasa, kondisi seperti ini dapat dikaitkan dengan adanya infeksi penyakit menular seksual.

Pimosis sendiri dapat dibagi menjadi 2, yaitu;

1. Phimosis Konginental
Phimosis konginenal dapat terjadi sejak lahir, hal tersebut merupakan hal yang normal yang dapat terjadi pada bayi yang baru lahir, hal ini disebabkan karena pada waktu bayi yang baru lahir kulit bawah dari gland penis akan selalu melekat dengan kulit dalam preputium sehingga ketika bayi lahir prepusium akan sulit di tarik ke belakang. Namun dengan bertambahnya umur dan produksi hormon secara fisiologis, kulit preputium dan gland penis akan terpisah sendiri dengan adanya proses keratinisasi.

2. Phimosis Patologis
Phimosis patologis dapat terjadi setelah lahir, hal tersebut terjadi karena adanya infeksi di daerah gland penis dan preputium bagian dalam yang umumnya disebut sebagai balanophosthitis. Terkadang juga disebabkan karena trauma yang disebabkan penarikan kebelakang preputium secara paksa yang apabila terjadi dalam jangka waktu yang lama akan menimbulkan jaringan ikat fribasis yang akan melekatkan preputium dan gland penis.

Penyebab Phimosis Adalah

Pimosis dimulai dengan infeksi yang terjadi pada kulup. Apabila tidak dioibati, infeksi tersebut deapat menyebar dan dapat menyebabkan bengkak. Pimosis adalah hasil dari infeksi berulang yang terjadei pada kulup seperti balantis.

Umumnya penyakit ini disebabkan karena kulup yang ditarik secara paksa. Pemasangan kateter untuk orang sakit, juga dapat menjadi penyebab penyakit ini.

Gejala

Gejala yang dapat terjadi pada penyakit ini meliputi;
  • Terkadang dapat terjadi pendarahan
  • Sulit buang air
  • Rasa sakit saat buang air
  • Infeksi saluran kencing
Umumnya, gejala utama phimosis adalah adanya rasa sakit atau nyeri saat buang air kecil. Kulup terasa ketat sehingga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman dan juga dapat menyebabkan paraphimosis yang mana kulup tidak dapat ditarik kembali.

Baca juga: Uretritis adalah

Dalam segelintir kasus juga ada kemungkinan timbulnya jaringan parut pada kulup, peradangan, gatal, serta pendarahan yang mungkin menunjukkan adanya infeksi atau kondisi medis lain yang memerlukan diagnosis.

Diagnosa

Pemeriksaan fisik dapa dilakukan dan disarankan oleh dokter untuk menentukan diagnosa pada penyakit ini. Umumnya penderita merasa bingung karena penyakit ini berhubungan dengan kelebihan kulit. Kulit yang berlebih hanya membutuhkan sedikit operasi, hal tersebut yang dapat menyebabkan semacam rasa tidak nyaman.

Pencegahan Phimosis

Apabila phimosis terjadi pada saat bawaan lahir, mungkin anda tidak dapat mencegahnya. Namun dalam beberapa kasus, untuk dapat terhindar dari penyaki ini yang dapat menjadi parah, penting untuk melakukan penanganan atau perawatan dengan membersihkan penis setiap hari. Gunakanlah sabun atau air yang mengalir saat melakukan proses pembersihan.

Baca juga: Ciri ciri herpes kulit

Gantilah pakaian dalam secara rutin serta hindari memakai pakaian dalam yang terlalu ketat, karena hal tersebut dapat meningkatkan penyempitan pada kulup sehingga dapat memperparah kondisi penyakit ini.

Tindakan pencegahan tentu dapat diterapkan untuk mengurangi resiko serta melindungi kesehatan alat kelamin pria secara keseluruhan sepert;
  • Menggunakan alat kontrasepsi atau kondom saat melakukan hubungan seksual
  • Sunat
  • Menjaga kebersihan organ vital pria
Demikianlah sedikit ulasan mengenai phimosis. Semoga artikel di atas dapat membantu menambah wawasan anda tentang penyakit phimosis. Segera lakukan konsultasi atau pergi ke dokter apabila anda mengalami gejala seperti di atas. Klik pada gambar untuk konsultasi medis online.