Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Polip Rahim atau Polip Serviks adalah tumor jinak yang tumbuh menonjol, bertangkai dari selaput lendir pada bagian tubuh manusia, seperti usus, telinga, hidung, dan selaput lendir lainnya yang terdapat di dalam leher rahim. Serviks adalah daerah pada alat reproduksi wanita yang menjadi pintu masuk ke dalam rahim. Terletak di antara uterus (rahim) dengan vagina (liang senggama).

Polip rahim berukuran kecil, tumbuh pada permukaan mukosa serviks atau di saluran endoserviks dan menonjol di mulut serviks. Polip rahim merupakan pertumbuhan jaringan serviks berlebihan sehingga terlihat sebagai benjolan warna merah, bertangkai dan menjulur keluar dari serviks (leher rahim).

Benjolan bisa memiliki ukuran beberapa mm sampai beberapa cm. Benjolan biasanya terlihat ketika dilakukan pemeriksaan dalam. Polip rahim termasuk salah satu kelainan jinak yang sering ditemukan pada leher rahim wanita.


Jenis-Jenis Polip Rahim

1.  Polip ektoserviks
Polip ektoserviks bisa tumbuh dari luar lapisan permukaan serviks. Polip ektoserviks sering dialami oleh wanita yang sudah masuk periode paska-menopause, dan dapat juga dialami oleh wanita dalam usia produktif. Prevalensi kasus polip ektoserviks berkisar 2 sampai 5% wanita.

2.  Polip endoserviks
Polip endoserviks tumbuh dari bagian dalam serviks. Biasanya terjadi pada wanita pre-menopause (usia lebih dari 20 tahun) dan setidaknya sudah memiliki satu anak.

Walaupun pembagian jenis polip rahim cukup praktis yaitu polip ektoserviks dan endoserviks untuk menentukan lokasi lesi berdasarkan umur, tetapi hal tersebut bukan merupakan ukuran yang absolut untuk menetapkan letaknya secara pasti.


Penyebab Polip Rahim

Penyebab tumbuhnya polip rahim belum diketahui secara pasti. Namun hal ini sering dikaitkan dengan radang yang kronis, respon hormon estrogen dan pelebaran pada pembuluh darah serviks. Penampilannya menggambarkan respon dari epitel endoservik terhadap proses peradangan. Polip servik dapat menjadi penyebab timbulnya perdarahan perdarahan kontak, pervaginam, pasca coitus merupakan gejala yang paling sering dijumpai.

Hal ini dapat terjadi terjadi karena akibat stroma local yang menutupi daerah antara kedua celah kanalis serviks. Epitellium silinder yang menutupi polip bisa mengalami ulserasi polip rahim. Polip rahim terjadi akibat reaksi peradangan, untuk penyebab sebagian besar belum diketahui secara pasti. Berikut beberapa faktor dan kondisi yang dipercayai dapat meningkatkan resiko seseorang terkena penyakit ini:

  1. Polip rahim biasanya dialami oleh wanita yang sedang atau sudah masuk proses menopause.
  2. Kondisi kegemukan tidak hanya menjadi faktor pemicu tetapi juga pemicu berbagai penyakit lainnya.
  3. Efek penggunaan tamoksifen, obat yang biasa digunakan untuk menangani penyakit kanker payudara.
  4. Mengidap penyakit hipertensi.

Tanda Dan Gejala Polip Rahim

Setiap penderita memiliki gejala yang berbeda-beda. Gejala umum yang mungkin akan dialami penderita antara lain:

  1. Haid tidak teratur atau di luar perhitungan, seperti jarak siklus menstruasi terlalu dekat.
  2. Haid dengan volume perdarahan berlebihan dan durasi berlangsung lama.
  3. Terjadi perdarahan di luar siklus haid.
  4. Terjadi perdarahan setelah menopause.
  5. Sulit atau bahkan tidak bisa hamil.

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut disarankan untuk konsultasi dan melakukan pemeriksaan secara media ke dokter terdekat. Terutama untuk pendarahan yang terjadi setelah masa menopause atau pendarahan di luar siklus haid. Sekitar 4 dari 10 wanita yang mengalami pendarahan tidak normal akan mengalami polip rahim.