Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Servisitis adalah peradangan pada leher rahim (serviks) yang disebabkan oleh kuman-kuman. Serviks berperan penting sebagai penghalang masuknya kuman ke dalam alat genital. Jika serviks sudah mengalami infeksi, maka alat genitalia yang lebih penting seperti uterus, tuba, ovarium memiliki kemungkinan terkena infeksi. Apabila hal ini terjadi, maka fungsi alat reproduksi pada wanita dapat terganggu.

Penyebab Servisitis

Penyebab cervicitis adalah kuman-kuman, antara lain sebagai berikut:

  1. Trikomas Vaginalis
  2. Kandrada
  3. Mikroplasma
  4. Mikroorganisme aerob dan mikroorganisme anaerob endogen vagina seperti E Coli, Streptococcus, Stapilococus.

Kuman tersebut di atas dapat menyebabkan terjadinya deskuamasi pada epitel gepeng, perubahan inflamasi komik pada jaringan serviks yang mengalami trauma. Selain itu juga dapat disebabkan oleh robekan serviks yang menyebabkan alat-alat atau alat kontrasepsi, ectropion, tindakan intrauterine seperti di atas dan sebagainya.

Selain disebabkan oleh kuman, cervicitis juga dapat disebabkan oleh infeksi melalui aktivitas seksual dengan pasangan yang memiliki penyakit menular seksual seperti Chlamydia, Gonorrhea, Virus Herpes (genital herpes), Human Papiloma Virus (HPV), Trichomoniasis.

Gejala Klinik Servisitis

  • Flour hebat berbentuk kental atau perullent dan biasanya berbau.
  • Serviks berwarna merah dan bengkak
  • Menimbulkan erosi (erythroplaki) pada portio.
  • Ditandai dengan gejala-gejala non spesifik seperti dipareuni,
  • Terjadi perdarahan saat melakukan hubungan intim.

Jenis-Jenis Servisitis

Cervicitis Akuta

Infeksi yang diawali pada endoserviks dan ditemukan pada gonorroe. Infeksi postpartum, pots abortus, yang disebabkan oleh sthapilococus, streptococcus, dan lain-lain. Gejala ditandai dengan pembengkakan pada mulut rahim, mengeluarkan cairan mukopuralent, dan terasa nyeri yang dapat menjalar di daerah sekitar. Akan tetapi gejala-gejala pada serviks biasanya tidak tampak dan penyakitnya dapat sembuh tanpa bekas.

Cervicitis Kronika

Servisitis kronika biasanya dialami oleh sebagian wanita yang sudah pernah melahirkan. Luka-luka pada serviks akibat dari partus atau abortus dapat memudahkan kuman-kuman masuk ke dalam endoserviks maupun kelenjar-kelenjar infeksi menahun.

Beberapa Gambaran Patologis:

  1. Serviks terlihat seperti normal, tetapi setelah dilakukan pemeriksaan mikrokopis ditemukan infiltrasi leukosit dalam stroma endoserviks. Servisitis ini menimbulkan gejala, kecuali pengeluaran cairan vagina yang berwarna agak putih-kuning.
  2. Di sekitar ostium uteri eksterum terdapat patrio, area sekitar tampak kemerah-merahan yang tidak dapat dipisahkan secara jelas dari epikel porsio di sekitar, dan secret atau cairan vagina yang dikeluarkan terdiri dari mucus bercampur nanah.
  3. Serviks uteri mengalami sobek yang lebih luas dan mokosa endoserviks lebih jelas terlihat dari luar (ekstropion). Kukosa dalam keadaan ini lebih mudah untuk terkena infeksi dari vagina.

Diharapkan kepada wanita yang beresiko tinggi terkena cervicitis mampu untuk memahami dan mengerti tentang penyakit ini, sehingga bisa dilakukan pencegahan dan penanganan secara medis lebih awal agar tidak sampai menjadi kronis. Wanita yang tidak memiliki resiko juga diharapkan untuk menghindari terkena penyakit cervicitis .