Penilaian: 4 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Sipilis adalah penyakit sistemik yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum yang bersifat akut dan  kronis  ditandai  dengan  lesi  primer, sekunder pada kulit dan selaput lendir, periode laten diikuti dengan lesi pada kulit, lesi pada tulang, saluran pencernaan, sistem saraf pusat dan sistem kardiovaskuler.


Patogenesis (asal usul dan proses timbul/terjadi penyakit sifilis)

  1. Bakteri masuk ke dalam tubuh calon penderita melalui selaput lendir yang utuh atau kulit dengan lesi (kerusakan setiap bagian atau jaringan di dalam tubuh akibat cedera fisik, kimiawi, elektris).
  2. Bakteri akan masuk ke peredaran darah dari semua organ tubuh yang mengalami lesi. Hal ini dapat terjadi setelah kontak langsung dengan lesi yang mengandung bakteri Treponema.
  3. Setelah 3-4 minggu terjadi infeksi, pada tempat masuk akan timbul lesi primer yang bertahan 1-5 minggu dan akan sembuh sendiri.
  4. Sekitar 2-6 minggu setelah lesi primer, terjadi kelainan selaput lendir dan kulit yang pada awalnya menyeluruh kemudian mengadakan konfluensi dan berbentuk khas.
  5. Banyak orang terkena penyakit sifilis tidak memiliki gejala selama bertahun-tahun, tetap berisiko untuk terjadinya komplikasi akhir jika tidak dirawat.
  6. Gejala yang paling mudah dikenali adalah timbulnya benjolan di sekitar alat kelamin disertai dengan pusing, rasa nyeri pada tulang, mirip dengan gejala flu. Gejala tersebut dapat hilang sendiri tanpa pengobatan.
  7. Sifilis merupakan salah satu penyakit yang susah dideteksi, bagaikan musuh dalam selimut karena selama jangka waktu 2-3 tahun pertama tidak menampakkan gejala yang mengkhawatirkan.
  8. Sifilis akan memperlihatkan keganasannya dengan menyerang sistem saraf, pembuluh darah dan jantung.

-->> Baca Juga: Penyakit Sipilis Adalah Penyakit Raja Singa

Macam-Macam dan Gejala Sipilis Secara Klinis

A. Sifilis Dini

  1. Sifilis Primer (SI)
  • Gejala Sifilis stadium 1, timbul setelah 10-90 hari setelah terjadinya infeksi.
  • Lesi pertama berupa makula/papula merah, kemudian menjadi ulkus (luka terbuka pada permukaan kulit atau selaput lendir) dengan pinggir yang keras dan dasar berwarna merah. Ulkus tidak sakit bila dipalpasi (disentuh, ditekan, diberikan tekanan).
  • Sering disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening regional.
  • Tempat timbulnya ulkus biasanya di sekitar daerah genitalis atau sekita alat kelamin, tetapi juga bisa timbul di daerah bibir, ujung lidah, tonsil, jari tangan dan putting susu.
  • Harus segera dilakukan pemeriksaan secara medis setelah ditemukannya ulkus. Apabila di hari pertama pemeriksaan tidak ditemukan atau negatif, maka pemeriksaan dapat harus diulangi selama tiga hari berturut-turut.
  • Selama dalam pemeriksaan, ulkus dibersihkan atau dikompres dengan larutan garam faal fisiologis.
  1. Sifilis Sekunder (SII)
  • Gejala Sipilis Stadium II, timbul setelah 6-8 minggu sejak terjadinya Sifilis Primer. Dalam kondisi tertentu, kondisi dan gejala Sifilis sekunder masih disertai dengan sipilis primer.
  • Terjadi kelainan pada kulit, rambut, selaput lendir mulut dan genitalia, kelenjar getah bening.
  • Kelainan kulit pada Sifilis sekunder hampir mirip dengan penyakit kulit lainnya, biasanya ada ciri yang khas pada telapak tangan dan kaki.
  • Kelainan selaput lendir berupa plak merah disertai rasa sakit pada tenggorokan.
  • Pada daerah genital / alat kelamin ditemukan adanya plak basah.
  • Pada rambut mulai terjadi kerontokan.
  • Kelainan pada kuku, terjadinya peradangan, kuku rapuh berwarna putih atau suram.
  • Kelainan pada mata bisa berupa uveitis anterir.
  • Kelainan pada hati dapat menimbulkan hepatitis dengan pembesaran hati dan icterus ringan.
  • Kelainan pada otak berupa meningitis dengan keluhan sakit kepala, muntah dan pada pemeriksaan cairan serebro spinalis ditemukan jumlah sel dengan protein yang tinggi.
  • Pada kondisi ini sangat disarankan untuk melakukan pengobatan secara serius.
  1. Sifilis Laten Dini
  • Pada kondisi ini gejala sipilis tidak nampak, tetapi hasil pemeriksaan secara klinis dan serologi terdeteksi positif penyakit Sifilis.
  • Selanjutnya dilakukan tes VDRL dan TPHA.

Baca Juga:  Penyebab Sipilsi, Penularan Dan Pencegahan

B. Sifilis Lanjut

  1. Sifilis Tersier (SIII)
  • Lesi pertama timbul setelah 3-10 tahun setelah sifilis primer berupa gumma (kerusakan kulit yang destruktif, kronik).
  • Gumma terasa lunak, mengeluarkan cairan seropurulen, kadang disertai jaringan nekrotik sehingga terbentuklah ulkus.
  • Gumma ditemukan pada kulit, mukosa mulut, organ dalam terutama hati.
  • Gumma dapat ditemukan juga pada tulang dengan keluhan nyeri di malam hari.
  • Ketika melakukan pemeriksaan radiologi akan terlihat kelainan pada tibia, fibula, humerus dan tengkorak berupa periostitis atau osteitis gummatisa.
  1. Sifilis Kardiovaskuler
  • Gejala sipilis muncul 10-40 tahun setelah infeksi primer.
  • Diagnosis berdasarkan gejala klinis, foto sinar X dan pemeriksaan medis lainnya.
  • Ada tiga tipe sifilis kardiovaskuler, yaitu sipilis pada jantung, pembuluh darah dan pembuh darah sedang.
  • Sifilis pada jantung jarang ditemukan dan dapat menimbulkan miokarditis difus atau gumma pada jantung.
  • Sip Sifilis ilis pada pembuluh darah besar, lesi dapat muncul di aorta, arteri pulmonalis dan pembuluh darah besar yang berasal dari aorta.
  • Pada pembuluh darah sedang, yang paling sering terkena adalah aorta serebralis dan aorta spinalis ataupun aorta hepatitis dan aorta femoralis.
  1. Sifilis Kongenital Dini
    Siilis kongenital dini sangat bervariasi dan hampir mirip dengan sifilis Sekunder (stadium II) karena infeksi pada janin melalui aliran darah maka tidak dijumpai kelainan sipilis primer. Kelainan pada bayi timbul setelah beberapa minggu dilahirkan, tetapi ada juga beberapa kasus kelainan terjadi sejak lahir.

    Kelainan pada bayi ditandai dengan:
  • Pertumbuhan intrauterine terlambat.
  • Kelainan membra mukosa, dapat ditemukan di bibir, mulut, farings, larings dan mukosa genital.
  • Kelainan kulit terutama di telapak tangan dan kaki.
  • Kelainan tulang, osteokondritis, periostitis dan osteitis pada tulang-tulang panjang merupakan gambaran yang khas.
  • Kelainan pada mata, kelenjar getah bening, organ dalam dan susunan saraf pusat.
  1. Sipilis Kongenital Lanjut
  • Gejala sipilis timbul setelah 7-20 tahun.
  • Ditandai dengan kelainan pada keratitis interstial, gumma, neurosifilis, kelainan sendi dan stigmata.
  • Lesi sipilis kongenital lanjut dapat menimbulkan kelainan pada muka, gigi, regade, tulang, telinga.