Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 

Penyebab sipilis dipengaruhi beberapa faktor, seperti faktor gaya hidup, faktor kesehatan, faktor lingkungan dan sosial. Untuk mengetahui penyebab sipilis yang tepat, sebaiknya untuk mengetahui tentang bagaimana penyakit sipilis dapat menular.

Secara umum, masa inkubasi 10 hari sampai 3 minggu. Perbedaan waktu antara sipilis dini dan sipilis laten adalah 2-4 tahun. Sedangkan sipilis primer terjadi antara 9-10 hari setelah terinfeksi. Gejala sipilis primer ditandai dengan luka dan merasakan nyeri pada alat kelamin


Cara Penularan Sifilis

  1. Penularan Langsung
    Yaitu melalui kontak seksual secara langsung dengan penderita sipilis. Sebanyak 95%-98% infeksi terjadi melalui cara ini. Penularan dapat terjadi karena terjadinya
    kontak langsung melalui lesi penderita sipilis.

  2. Penularan Tidak Langsung
    Yaitu penularan terjadi karena tinggal bersama dengan penderita sipilis. Kontak terjadi melalui penggunaan barang pribadi secara bersama seperti handuk, selimut, pisau cukur, bak mandi, toilet yang sudah terkontaminasi oleh kuman Treponema pallidum.

  3. Melalui Kongenital
    Penyakit sipilis menular kepada bayi dalam kandungan. Penularan pada wanita hamil penderita sipilis kepada bayi yang dikandungnya karena kuman Treponema dalam tubuh sang ibu akan masuk ke dalam janin melalui sirkulasi darah.
  1. Melalui Darah
    Penularan terjadi melalui transfusi darah dari penderita sipilis laten kepada penerima donor darah. Hal ini jarang terjadi karena sebelum melakukan proses transfusi darah selalu dilakukan pemeriksaan terhadap darah yang akan didonorkan.

Pencegahan Penyakit Sipilis

Pencegahan penyakit sipilis dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu melalui pencegahan primer, sekunder dan tersier.

-->> Konsultasi: Obat Sipilis Dan Diagnosa Penyakit Sipilis

Pencegahan Primer
  1. Ditujukan untuk mereka yang memiliki resiko tinggi tertular sipilis.
  2. A (Abstinensia), Tidak melakukan pengaruh seks secara bebas dan berganti-ganti pasangan.
  3. B (Be Faithful), Bersikap saling setia dengan pasangan.
  4. C (Condom), menggunakan kondom yang benar dan konsisten bagi orang yang tidak mampu melaksanakan A dan B.
  5. D (Drug), tidak menggunakan narkoba/napza.
  6. E (Education), pemberian informasi kepada orang yang memiliki resiko tinggi tertular sipilis melalui himbauan, leaflet, brosur, stiker dan sebagainya.

Pencegahan Sekunder
Ditujukan untuk mereka yang dianggap memiliki resiko terancam tertular meskipun tidak melanggar poin-poin pada pencegahan primer. Bentuk pencegahan sekunder dapat dilakukan dengan cara melakukan cek darah untuk mengetahui infeksi sipilis dan pengobatan injeksi antibiotik.

Pencegahan Tersier

Pencegahan Tersier ditujukan untuk penderita tertentu dengan tujuan mencegah jangan sampai mengalami cacat atau kelainan permanen, mencegah agar tidak bertambah parah sehingga mengalami kematian. Bentuk pencegahan yang dapat dilakukan adalah:

  1. Melakukan pengobatan untuk menurunkan kadar titer sipilis dalam darah.
  2. Melakukan tes HIV untuk mengetahui status kemungkinan terkena HIV.

Cara terbaik agar tidak terkena sipilis adalah:                               

  1. Menjauhkan diri dari kontak seksual dengan orang yang kemungkinan beresiko tinggi memiliki penyakit sipilis.
  2. Menghindari penggunaan alkohol dan obat-obat terlarang. Hal ini dilakukan pengaruh alkohol dan napza dapat membuat orang melakukan perilaku seksual beresiko dan menyimpang.