Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Tahukah Anda bahwa ternyata gejala sipilis pada pria dan wanita memiliki 4 tahapan? Dan dimana pada masing-masing tahapan memiliki gejala-gejala yang berbeda-beda, sehingga jika Anda aktif secara seksual dan sering berganti-ganti pasangan maka ada baiknya Anda mewaspadai gejala-gejala tersebut.

Penyakit sipilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) dimana penyakit seksual ini paling sering ditularkan melalui berbagai macam aktivitas seksual (seperti seks vaginal, anal maupun oral) dengan seseorang yang sudah terinfeksi penyakit sipilis.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa bakteri yang menyebabkan penyakit sipilis adalah bakteri yang bernama Treponema pallidum dan jika tidak segera diobati oleh dokter, maka hal tersebut bisa memburuk seiring berjalannya waktu dan menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.



Awas, Inilah 4 Tahapan Gejala Sipilis Pada Pria dan Wanita



Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa biasanya gejala sipilis pada pria dan wanita bisa berkembang ke empat tahapan dan masing-masing memiliki gejala-gejala yang berbeda-beda, lalu apa sajakah itu?

1. Gejala Sipilis Pada Pria dan Wanita Tahap Primer
Selama tahap primer ataupun awal sifilis, maka bisa menimbulkan (chancre) yang biasanya tanpa rasa sakit yang berkembang di tempat bakteri masuk ke tubuh. Timbulnya chancre ini biasanya terjadi dalam waktu 3 minggu setelah seorang terinfeksi, namun bisa berkisar antara 10 sampai 90 hari dan perlu Anda ketahui bahwa seseorang sangat menular selama tahap awal ini.

- Pada pria, biasanya chancre sering muncul di area kelamin tetapi tidak selalu pada Mr p dan luka ini seringkali tidak menimbulkan rasa sakit.
- Sedangkan pada wanita, chancres dapat berkembang pada alat kelamin luar atau bagian dalam Miss V, namun sayangnya chancre mungkin bisa luput dari perhatian jika terjadi di dalam Miss V
- Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening yang bisa terjadi di dekat area chancre.
- Chancre mungkin juga terjadi di area tubuh selain alat kelamin.
- Chancre biasanya berlangsung selama 3 sampai 6 minggu dan mungkin akan meninggalkan bekas luka yang tipis.

Baca juga: Inilah Ciri Ciri Penyakit Sipilis Pada Wanita Dewasa 


2. Gejala Sipilis Pada Pria dan Wanita Tahap Sekunder
Sifilis tahap sekunder ataupun kedua ditandai dengan ruam yang muncul 2 sampai 12 minggu setelah chancre berkembang dan kadang-kadang sebelum sembuh dan perlu Anda perhatikan bahwa seseorang bisa sangat menular selama tahap sekunder.

Dan biasanya gejala awal sipilis tahap sekunder ini adalah timbulnya ruam yang sering berkembang di atas tubuh, namun biasanya mencakup telapak tangan dan telapak kaki. Ruam biasanya akan berwarna coklat kemerahan, berbentuk kecil, padat, datar dan berukuran kurang lebih 2 cm (0,8 inci), namun sayangnya ruam tersebut mungkin terlihat seperti masalah kulit lainnya yang lebih umum, dan berikut di bawah ini adalah beberapa gejala lainnya:

- Timbul luka kecil terbuka yang bisa terjadi pada selaput lendir dan luka tersebut dapat berisi nanah atau luka lembab yang terlihat seperti kutil (disebut condyloma lata)
- Pada orang berkulit gelap luka tersebut bisa menjadi warna yang lebih terang daripada kulit di sekitarnya
- Luka ruam kulit biasanya sembuh dalam waktu 2 bulan, namun setelah sembuh perubahan warna kulit bisa terjadi, namun sayangnya meski ruam kulit sudah sembuh, sifilis masih ada dan seseorang masih bisa menularkan infeksi ke orang lain.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa saat penyakit sifilis menyebar ke seluruh bagian tubuh maka orang tersebut mungkin bisa memiliki gejala seperti:

- Mengalami demam
- Merasakan sakit pada tenggorokan
- Perasaan lemah atau ketidaknyamanan di seluruh tubuh
Penurunan berat badan
- Mengalami rambut rontok terutama di alis, bulu mata, dan kulit kepala rambut.
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Mengalami sistem saraf yang terganggu seperti mengalami leher yang terasa kaku, sakit kepala, mudah tersinggung, kelumpuhan, refleks yang tidak sama, dan pupil tidak teratur.



3. Gejala Sipilis Tahap Laten (tersembunyi)
Jika penyakit sipilis tahap sekunder tidak segera diobati maka seseorang yang terinfeksi akan maju ke tahap sifilis selanjutnya yaitu sipilis laten (tersembunyi)

Dan biasanya setelah luka ruam tahap sekunder hilang, maka seseorang tersebut tidak akan memiliki gejala apapun untuk beberapa waktu ke depan (periode laten) dan periode laten tersebut berkisar 1 tahun atau antara 5 sampai 20 tahun. Seringkali selama tahap ini diagnosis yang akurat hanya dapat dilakukan melalui tes darah untuk memastikan apakah sipilis ini masih berada di tubuh seseorang. Selain itu seseorang masih sangat menular pada tahap awal tahap laten dan mungkin menular selama masa laten meskipun tidak ada gejala.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa sekitar 20 sampai 30 dari 100 orang dengan sifilis mengalami kekambuhan infeksi selama tahap latennya. Kambuh berarti orang itu bebas dari gejala tapi kemudian mulai mengalami gejala lagi.

4. Gejala Sipilis Pada Pria dan Wanita Tahap Tersier (akhir)
Tahap sipilis tersier adalah tahapan sipilis yang paling berbahaya dan paling merusak, biasanya tahap tersier mungkin dimulai sejak 1 tahun setelah infeksi atau kapan pun selama masa hidup seseorang.

Selain itu jika tidak segera diobati selama tahap ini maka sifilis dapat menyebabkan berbagai macam permasalah serius seperti: masalah jantung, gangguan mental, kebutaan, masalah sistem saraf, dan bahkan kematian. Gejala sifilis tersier tergantung pada komplikasi yang berkembang dan komplikasi pada tahap ini meliputi:

- Mengalami gummata yang merupakan luka besar di dalam tubuh atau di kulit.
- Mengalami kardiovaskular yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah
- Terganggunya Neurosifilis yang bisa mempengaruhi sistem saraf.

5. Gejala Sipilis Kongenital


Sifilis kongenital adalah sifilis yang dikirim dari ibu ke bayinya selama kehamilan atau selama persalinan dan tentunya seorang ibu dan calon bayinya bisa mengalami berbagai macam gejala ketika mengalami sipilis kongenital.

Bahkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) dan Gugus Tugas Pencegahan AS, sangat menganjurkan agar semua wanita hamil diskrining sifilis karena konsekuensi parah dari kehamilan saat terinfeksi atau memiliki anak yang lahir dengan sifilis kongenital dan skrining harus dilakukan saat:

- Pada kunjungan prenatal pertama untuk semua wanita hamil.
- Pada awal trimester ketiga kehamilan dan sekali lagi saat melahirkan wanita yang berisiko tinggi mengalami sifilis.

Selain itu sifilis kongenital bisa meningkatkan risiko kematian janin dan komplikasi medis pada bayi baru lahir, karena sifilis kongenital bisa memasuki sistem darah janin melalui plasenta sehingga bisa menyebabkan infeksi pada bayi baru lahir atau kematian janin, dan berikut di bawah ini adalah gejala-gejala sifilis kongenital seperti:

- Keluar cairan berair yang sangat menular dari hidung
- Mengalai peradangan yang menyakitkan
- Timbul luka ruam yang sangat menular dan paling sering muncul di telapak tangan dan telapak kaki
- Mengalami kekurangan sel darah merah (anemia)
- Mengalami pembesaran hati dan limpa
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Bayi bisa mengalami gagal tumbuh dan berkembang secara normal ataupun bisa dikatakan gagal untuk berkembang

Namun, perlu Anda catat bahwa masih terdapat kondisi lain dengan gejala sipilis pada pria dan wanita yang sama, maka ada baiknya jika Anda aktif secara seksual dan merasa memiliki gejala-gejala seperti di atas maka segeralah lakukan pemeriksaan di Klinik Utama Gracia.


Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikandrologi.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.