Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 


Mungkin hampir sebagian besar orang belum mengetahui tentang gejala penyakit klamidia, padahal sangat penting bagi kita untuk mengetahui penyakit klamidia, lalu apakah penyakit klamidia itu? Dan apa sajakah gejala penyakit klamidia itu?

Penyakit klamidia adalah salah satu jenis infeksi menular seksual (IMS) ataupun penyakit menular seksual yang paling sering dilaporkan di Amerika Serikat.
Bahkan pada tahun 2011 saja, sekitar 1,4 juta kasus klamidia dilaporkan ke CDC dan CDC memperkirakan bahwa 1 dari 15 remaja yang aktif secara seksual yang berusia 14-19 tahun ternyata memiliki infeksi klamidia.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Kutil Kelamin dan Bahaya Bagi Kesehatan

Ternyata penyakit klamidia sangat mudah menyebar karena seseorang tidak menyadari gejala awalnya sehingga secara tidak sengaja menularkannya kepada pasangan seksnya, sehingga CDC merekomendasikan agar wanita yang aktif secara seksual diuji untuk PMS setiap tahunnya karena infeksi yang disebabkan oleh klamidia bisa meningkatkan risiko seseorang untuk tertular IMS jenis lainnya seperti HIV.

Lalu, Apa Sajakah Gejala Penyakit Klamidia Pada Pria dan Wanita?

Tahukah Anda bahwa seseorang yang telah terinfeksi klamidia mungkin tidak menunjukkan gejala awal, namun biasanya gejala penyakit klamidia tersebut mulai muncul sekitar 5-10 hari setelah seseorang terinfeksi dan berikut di bawah ini adalah gejala gejala penyakit klamidia yang perlu Anda waspadai:

A. Gejala Penyakit Klamidia Pada Wanita, Diantaranya:

- Mengalami keputihan tidak normal dengan ciri-ciri berbau, berwarna kuning dalam jumlah yang berlebihan

- Mengalami perdarahan antar menstruasi, buang air kecil yang menyakitkan dan sakit perut.

- Merasakan demam, mual, dan mengalami muntah-muntah

- Terasa sakit saat berhubungan seks

- Sakit pada tenggorokan

- Terasa sakit saat buang air kecil

- Jika infeksi klamidia terjadi pada anus maka tentu saja dapat menyebabkan gejala seperti sering keluar cairan tidak normal pada anus, terasa sakit, dan mengeluarkan pendarahan dari anus dan ada baiknya jika Anda mengalami gejala gejala penyakit klamidia seperti di atas segeralah konsultasikan kepada dokter.



B. Gejala Penyakit Klamidia Pada Pria
Sama seperti pada wanita banyak pria yang mengalami klamidia mungkin tidak akan mengalami gejala di awal ataupun gejalanya sangat ringan sehingga tanpa tidak sadar telah menularkannya kepada pasangan seksnya dan berikut di bawah ini adalah beberapa gejala penyakit klamidia pada pria, diantaranya:

- Keluar cairan tidak normal yang berwarna kuning putih, susu atau berair pada Mr P

- Terasa sakit akibat testis membengkak

- Sakit saat buang air kecil

- Terasa gatal dan terbakar di sekitar pembukaan penis

- Sakit pada tenggorokan

Selain itu gejala penyakit klamidia seperti sakit atau terbakar saat buang air kecil atau sakit yang tidak biasa saat berhubungan seks maka menjadi sinyal untuk berhenti melakukan hubungan seks dan segeralah konsultasikan kepada dokter Anda.

Apakah Penyakit Klamidia Bisa Berbahaya Bagi Kesehatan Wanita?
Tahukah Anda bahwa Bakteri klamidia yang bernama Chlamydia trachomatis dan bakteri ini bisa hadir di berbagai macam tempat seperti pada: serviks, uretra, Miss V, dan rektum pada seseorang yang terinfeksi dan bakteri ini juga bisa hidup di tenggorokan.

Dan bakteri penyebab klamidia tersebut awalnya akan menginfeksi serviks wanita (lorong yang bergabung dengan Miss V dan rahim) kemudian infeksi tersebut bisa menyebar ke atas ke saluran kencing, rahim dan tuba falopi (tabung yang membawa telur yang telah dibuahi dari ovarium ke rahim).

Sehingga jika infeksi klamidia tidak segera diobati, maka hal tersebut tentu bisa menyebabkan penyakit radang panggul (PID) dan yang lebih parahnya klamidia dapat menyebabkan komplikasi serius seperti masalah ketidakseuburan dan kehamilan ektopik (kehamilan dimana embrio berkembang di luar rahim) dan pada intinya klamidia bisa berbahaya bagi kesehatan.

Awas, Klamidia yang Tidak Diobati Dapat Menyebabkan Komplikasi Kesehatan
Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa penyakit klamidia yang tidak segera diobati dapat berbahaya bagi kesehatan karena seseorang yang terinfeksi klamidia dan melakukan seks anal mungkin nantinya akan mengalami gejala seperti sakit pada rektum menimbulkan pendarahan pada anus.

Selain itu jika tidak segera diobati maka terdapat komplikasi lainnya yang disebabkan klamidia yaitu dapat menyebabkan radang rektum pada pria dan wanita.
Penyakit klamidia juga bisa menginfeksi kelopak mata, sehingga bisa menyebabkan radang dan konjungtivitis dan dalam beberapa kasus, infeksi klamidia yang ditularkan melalui oral seks dapat menyebabkan sakit pada tenggorokan.

Baca Juga: Mengerikan, Ini yang Terjadi Jika Penyakit Sipilis Tidak Diobati

Sehingga kami sangat merekomendasikan untuk mencari bantuan medis jika Anda mengalami gejala-gejala penyakit klamidia seperti diatas untuk menghindari komplikasi serius dan untuk menghindari menyebarnya klamidia kepada pasangan Anda.

Bagaimanakah Cara Untuk Mencegah Penyakit Klamidia?
Cara yang paling ampuh untuk mencegah berbagai macam penyakit menular seksual adalah dengan tidak melakukan hubungan seks atau Anda bisa melakukannya dengan pasangan yang sudah Anda nikahi, dan berikut di bawah ini adalah cara untuk mengurangi seseorang terinfeksi klamidia, diantaranya:

- Selalu menggunakan kondom dengan cara benar setiap kali berhubungan seks

- Batasi jumlah pasangan seks, dan jangan berganti-ganti pasangan seks

Dan perlu Anda ketahui bahwa jika Anda mengira Anda terinfeksi penyakit klamidia maka ada baiknya untuk menghindari berbagai macam kontak seksual dengan pasangan Anda dan segeralah konsultasikan kepada dokter.

Lalu, Bagaimana Penyakit Klamidia Didiagnosis?


Jika Anda ataupun pasangan Anda aktif secara seksual maka ada baiknya Anda memeriksakan kondisi tersebut kepada dokter secepat mungkin dan biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes yang berbeda untuk mendiagnosis klamidia.

Dokter biasanya akan menggunakan kapas untuk mengambil sampel dari uretra pria atau akan mengambil sampel dari serviks wanita dan kemudian akan mengirimkan sampel tersebut ke laboratorium yang nantinya akan dianalisis tentang keberadaan bakteri yang menyebabkan klamidia. Selain itu dokter juga mungkin akan meminta Anda untuk memberikan sampel air urin untuk mengetahui keberadaan bakteri yang mungkin bisa menyebabkan klamidia.

Nah, itulah tadi berbagai macam gejala gejala penyakit klamidia pada pria dan wanita yang perlu Anda waspadai, dan misalkan Anda aktif secara seksual dan merasa telah memiliki satu atau lebih gejala tersebut, maka ada baiknya untuk segera konsultasikan kepada dokter Kami di Klinik Utama Gracia karena dengan pengobatan yang tepat dapat mengurangi risiko penyakit klamidia tersebut.


Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikandrologi.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.