Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Mungkin kebanyakan orang masih asing jika mendengar penyakit kelamin raja singa, lalu apa itu penyakit raja singa itu? dan apakah penyakit ini berbahaya, lalu apa sajakah gejalanya? Nah jika Anda penasaran maka simak terus artikel ini sampai tuntas.

Penyakit kelamin raja singa ataupun dalam istilah medisnya Sifilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS), dimana paling sering penyebarannya adalah melalui aktifitas seksual baik itu seks vaginal, anal, maupun oral dengan seseorang yang sudah terinfeksi sifilis.

Selain itu penyakit kelamin raja singa ini disebabkan oleh adanya bakteri yang bernama Treponema pallidum (T. pallidum) dan seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa umumnya bakteri ini bisa menginfeksi dan berpindah dari satu orang ke orang melalui berbagai macam aktivitas seksual yang sudah terinfeksi sifilis

Bahkan penyakit sifilis ini juga bisa ditularkan melalui selaput lendir yang memiliki kontak langsung dengan luka tersebut dan bahkan sifilis bisa ditularkan dari ibu ke janinnya selama masa kehamilan (sifilis kongenital) dan perlu Anda catat bahwa penyakit sifilis tidak dapat ditularkan ataupun menyebar melalui benda mati seperti pegangan pintu, tempat duduk ataupun toilet.

Lalu, Siapa Sajakah yang Berisiko Mengalami Penyakit Kelamin Raja Singa?


- Seseorang yang berhubungan seks tanpa kondom

- Seseorang yang berhubungan seks bebas dengan banyak pasangan

- Seseorang yang sering berganti-ganti pasangan seks

- Seorang pria yang berhubungan seks dengan pria

- Seseorang yang berhubungan seks dengan penderita PMS lainnya

Apa Sajakah Gejala-Gejala Penyakit Raja Singa?

Tahukah Anda bahwa ternyata penyakit raja singa ataupun penyakit sifilis umumnya dikelompokkan menjadi beberapa tahap ataupun fase dan masing-masing tahap bisa berhubungan dengan setiap tahap, namun dalam beberapa kasus tidak ada gejala selama beberapa tahun.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa tahapan sifilis meliputi fase sekunder, primer, tersier dan fase akhir laten dan berikut di bawah ini adalah gejala gejala lengkap penyakit raja singa, diantaranya adalah sebagai berikut:

- Gejala Penyakit Kelamin Raja Singa Fase Primer

Fase primer menandakan awal pertanda seseorang terinfeksi penyakit sifilis dimana biasanya akan dimulai dengan timbulnya gejala seperti rasa sakit di tempat infeksi atau menimbulkan luka berbentuk bulat yang disebut chancre.

Perlu Anda ketahui bahwa biasanya chancre akan muncul pada alat kelamin, dan mungkin terdapat bagian tubuh yang berisiko untuk terinfeksi selain itu perlu Anda ketahui bahwa siapapun yang menyentuh Chancre mungkin bisa terinfeksi karena di dalam Chancre terdapat banyak bakteri.

Chancre awal ini biasanya akan berkembang sekitar 2-3 minggu, namun meskipun gejala sakitnya bisa hilang, akan tetapi infeksi ini masih tetap aktif dan jika tidak segera disembuhkan maka akan berlanjut ke fase sipilis selanjutnya yaitu sipilis fase sekunder.

- Gejala Penyakit Kelamin Raja Singa Fase Sekunder

Jika seseorang terinfeksi sifilis pada fase primer yang tidak segera disembuhkan maka kemungkinan besar akan maju ke tahap selanjutnya yaitu fase sekunder yang umumnya sekunder dapat berkembang sejak 4-10 minggu setelah timbulnya chancre

Pada fase sekunder seseorang yang terinfeksi akan memiliki banyak gejala, akan tetapi pada fase sekunder ini mungkin gejalanya bisa hilang tanpa pengobatan, namun penyakit ini masih aktif dan kemudian bisa memasuki tahap ketiga. Dan berikut di bawah ini adalah berbagai macam gejala pada fase sekunder yang paling sering dilaporkan:

- Mengalami demam

- Mengeluarkan ruam pada telapak tangan, telapak kaki dan mungkin pada seluruh tubuh

- Nyeri pada sendi dan sakit pada bagian otot

- Sakit pada area tenggorokan yang biasanya disebabkan akibat seks oral



- Sakit kepala

- Nafsu makan menurun

- Rambut rontok dan rusak

- Kelenjar getah bening membengkak

- Gejala Penyakit Kelamin Raja Singa Fase Laten

Tahukah Anda bahwa fase sifilis laten biasanya dimulai saat 12 bulan pertama setelah seseorang terinfeksi sifilis dan biasanya tidak adanya gejala sipilis apapun, akan tetapi bahwa seseorang masih sangat menular selama fase laten ini dan jika tidak segera diobati maka sifilis akan masuk ke fase akhir yaitu fase tersier.

- Gejala Penyakit Kelamin Raja Singa Fase Tersier

Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa sifilis pada fase tersier yang tidak segera disembuhkan maka bisa masuk ke fase akhir sifilis yaitu fase tersier dimana fase ini merupakan fase yang sangat mengerikan dan jika tidak segara diobati dengan tepat maka bisa menimbulkan banyak kerusakan pada organ tubuh.

Selain itu perlu Anda waspadai bahwa fase sifilis tersier ini akan ditandai dengan berbagai macam kerusakan mengerikan seperti: kerusakan pada jantung, otak, dan saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kebutaan, demensia, tuli, impotensi, dan bahkan jika tidak diobati maka bisa menyebabkan kematian, bahkan bisa menyebabkan komplikasi serius lainnya diantaranya:

- Sifilis dapat menimbulkan gummata yaitu luka besar di dalam tubuh atau di kulit

- Mengalami Sifilis kardiovaskular yang biasanya mempengaruhi jantung dan pembuluh darah.

- Mengalami Neurosifilis yang bisa mempengaruhi sistem saraf.

Selain itu perlu Anda ketahui bahwa meskipun telah menjalani pengobatan akan tetapi kerusakan yang disebabkan oleh penyakit raja singa tidak dapat dikembalikan akan tetapi hal tersebut biasanya mudah disembuhkan saat Anda mengobatinya lebih awal.

Nah, itulah tadi berbagai macam penjelasan mengenai penyakit kelamin raja singa dan jika misalkan Anda merasa memiliki penyakit sifilis maka sudah saatnya untuk mengobati di Klinik Utama Gracia atau Anda bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan mengklik tombol chat online di atas.



Panduan Penting
Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website Klinikandrologi.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.