vulvitis adalah

Penilaian: 5 / 5

Aktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan BintangAktifkan Bintang
 
Vulvitis adalah - Terdapat beberapa kondisi yang bisa mempengaruhi vulva, mulai dari infeksi ringan hingga kondisi kulit dan juga kanker. Namun, kanker jarang terjadi. Hal tersebut dapat menyebabkan gejala yang berbeda-beda, termasuk rasa gatal, pendarahan, adanya ruam serta benjolan. Apabila anda memiliki gejala baru seperti adanya benjolan pada daerah vulva, maka segeralah untuk pergi ke dokter. Dokter akan memeriksa dan memutuskan pengobatan mana yang sesuai dengan anda. Hal tersebut akan tergantung pada penyebab gejalanya.

Vulvitis Adalah

Vulvitis adalah uatu kondisi peradangan yang terjadi pada organ kelamin wanita bagian luar atau vulva. Sedangkan vulva itu sendiri merupakan clitoris, labia dan juga pintu masuk ke vagina. Penyakit ini mungkin hampir mirip-mirip dengan vaginitis. Ada kemungkinan penyakit ini disebabkan oleh adanya infeksi yang berbeda-beda. Karena vulva juga dapat sering meradang ketika adanya peradangan yang terjadi dari vagina wanita.

Gejala

Gejala penyakit ini paling umum terjadi pada wanita adalah adanya cairan yang keluar, yaitu cairan abnormal dari dalam vagina wanita. Dikatakan cairan abnormal tersebut adalah apabila jumlah cairan yang keluar memiliki jumlah volume yang banyak, memiliki bau yang tidak enak, disertai dengan rasa gatal, dan terkadang sedikit rasa nyeri.

Cairan yang tidak itu sendiri sering muncul lebih kental dibangingkan dengan cairan yang normal serta memiliki banyak macam warna. Contohnya seperti kemerahan, kekuningan, dan juga kehijauan.

Bakteri dapat menyebabkan infeksi pada vagina, dan hal tersebut akan cenderung mengeluarkan cairan yang berwarna putih, kekuning-kuningan yang disertai bau amis. Mencuci area kewanitaan menggunakan sabun pewangi dapat menurunkan tingkat keasaman pada alat kelamin wanita itu sendiri sehingga bakteri yang ada akan semakin tumbuh dan bertambah.

Infeksi dari jamur dapat menyebabkan munculnya rasa gatal dan mungkin juga rasa terbakar yang muncul pada area kewanitaan dan juga vulva. Kulit pada area kewanitaan akan tampak lebih kasar dan kemerahan. Kemungkinan besar, vagina akan mengeluarkan cairan kental seperti keju. Pada wanita yang memiliki penyakit diabetes ataupun wanita yang mengkonsumsi antibiotik, hal seperti itu kemunkinan akan terjadi secara berulang kali.

Menurut beberapa dokter ahli, penyebab lain dari virus ini dapat meliputi;
  • Diabetes
  • Pediculi Pubis
  • Candida Albicans
  • Oxyuris
  • Trichomonas

Pengobatan

Langkah baik untuk mengobati vulvitis adalah dengan segera pergi ke dokter kewanitaan dan melakukan konsultasi terhadap keluhan atau masalah penyakit ini. Dengan begitu, dokter akan membiarkan solusi yang tepat serta melakukan tindakan yang tepat terhadap penyakit anda.

Apabila cairan yang keluar dari alat kelamin wanita kelihatan normal, anda dapat melakukan pembilasan dengan menggunakan air bersih. Hal tersebut dapat membantu mengurangi kadar jumlah cairan pada alat kelamin anda. Cairan yang keluar dari vagina pada penyakit ini, perlu diatasi secara baik sesuai dengan penyebab penyakit itu sendiri. 

Konsultasi medis online dengan staff medis kami, dengan cara klik gambar dibawah ini.