Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Penyakit menular seksual (PMS) salah satunya adalah herpes genital bahaya bagi sistem tubuh dan juga sistem organ reproduksi ketika sudah masuk menginfeksi tubuh Anda dalam waktu lama. Tidak jarang jika seseorang yang telah terinfeksi oleh herpes genital juga mengembangkan beberapa penyakit lain yang lebih serius.

Penderita herpes genital tentu bisa menimbulkan adanya masalah kesehatan yang serius jika dalam jangka panjang Anda tidak segera mendapatkan pengobatan atau penanganan dengan dokter atau tenaga medis profesional terkait. Mengingat bahwa keluhan herpes genital bahaya ini disebabkan oleh adanya infeksi organisme mikroskopik herpes simplex virus (HSV-2).

Berikut adalah daftar yang harus Anda waspadai dari herpes genital ketika keluhan sudah mulai memberikan masalah kesehatan tertentu yang cukup rumit atau tidak menimbulkan masalah kesehatan yang cukup berisiko.

1. Nyeri Dan Ketidaknyamanan


Infeksi herpes genital bahaya yang melewati tahap lanjut dapat diprediksi dalam 12 hingga 24 jam untuk munculnya gejala pertama dari keluhan tersebut dengan benjolan atau gelembung berisi cairan, kesemutan, gatal atau terbakar terjadi di daerah yang terkena infeksinya. Setelah tahap awal ini, kemudian muncul lepuh akibat pecahnya gelembung atau benjolan tersebut dan berubah menjadi luka terbuka. Ada rasa sakit atau nyeri dan ketidaknyamanan pada tahap awal inilah yang akan dirasakan hingga sangat menganggu aktifitas atau kegiatan Anda.

Baca Juga : Kenali Jenis Bakteri Herpes Genital Menular

2. Risiko Transmisi

Bahaya signifikan dari tidak mengobati herpes genital adalah bahwa virus lebih mudah ditransmisikan antara satu orang ke orang lain. Herpes disebarkan melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi, dan dapat ditularkan melalui kontak seksual, ciuman, atau cara lain dari cairan tubuh bersentuhan dengan kulit yang rusak atau selaput lendir.
 
Jika Anda hamil dan memiliki riwayat herpesgenital bahaya dapat ditularkan melalui jalan lahir pada bayi Anda. Infeksi herpes neonatal dapat menyebabkan luka mulut yang signifikan yang dapat menyebabkan infeksi menyebar ke otak, mata, atau organ tubuh lainnya. Infeksi neonatal akibat herpes genital bahaya yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi parah termasuk kebutaan, ketidakmampuan belajar, kejang dan kematian bagi ibu maupun bayinya.

3. Risiko Infeksi PMS Lain

Infeksi herpes genital bahaya dapat memburuk dan menyebar, terutama pada orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau pada mereka yang menggunakan obat-obatan yang menekan kekebalan. Misalnya yang umum dalam terapi kanker, pengobatan gangguan autoimun, atau setelah transplantasi organ. Infeksi herpes yang tidak diobati dapat menyebar ke otak, mata, paru-paru, kerongkongan atau hati, menyebabkan lebih banyak rasa sakit dan komplikasi.
 
Luka terbuka yang dialami oleh penderita herpes juga dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri, virus, atau organisme lain. Akhirnya, orang dengan infeksi HSV-2 aktif lebih mungkin untuk tertular human immunodeficiency virus (HIV), karena luka terbuka di daerah genital atau mulut menyediakan cara bagi HIV untuk masuk ke dalam tubuh Anda.

Pemeriksaan Anda Tersedia Di Klinik Kami!


Jika Anda merasakan adanya masalah kesehatan di area genital maupun kondisi yang tidak biasa dengan riwayat kontak seksual yang aktif, maka anjuran pemeriksaan atau skrining PMS adalah salah satu langkah yang harus Anda pertimbangkan untuk dilakukan sesegera mungkin. Sama halnya dengan keluhan herpes genital bahaya, Klinik Utama Gracia juga dapat mengatasi setiap keluhan PMS, andrologi, dan ginekologi Anda.

Ajukan pertanyaan konsultasi Anda sekarang melalui chat online atau teledokter di 081336361555 dengan akses yang mudah dan kapanpun sesuai yang Anda butuhkan.

Baca Juga : Hindari Penyakit Herpes Genital Menular


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikandrologi.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.