Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Infeksi kandung kemih (sistitis) menjadi salah satu bagian dari infeksi saluran kemih (ISK) yang bisa terjadi pada pria dan wanita disegala usia. Kondisi ini sangat umum dan setengah dari semua pria dan wanita bisa mendapatkan infeksi ini setidaknya sekali dalam hidup mereka. Namun sebagian besar kesempatan mungkin akan lebih dimiliki oleh seorang wanita.

Kandung kemih sendiri memang termasuk dalam organ sistem saluran kemih bagian bawah yang cukup rentan terhadap infeksi. Karena kandung kemih manusia digunakan untuk mengumpulkan urin dari ginjal sebelum akhirnya dialirkan ke uretra menuju bagian luar tubuh. Dan kondisi infeksi tentu akan mempengaruhi kesehatan area genital Anda.

Bagaimana Infeksi Kandung Kemih Terjadi?


Infeksi kandung kemih terjadi ketika bakteri atau mikroorganisme lain mendapatkan akses masuk kedalam kandung kemih hingga berkembang biak dan mengakibatkan adanya infeksi. Area kandung kemih seseorang biasanya tidak mengandung bakteri maupun organisme lain yang dapat menyebabkan sebuah masalah kesehatan, bahkan urin yang ditampung didalam diri Anda juga bersifat steril atau bebas dari organisme.

Akan tetapi bakteri atau mikroorganisme lain biasanya akan muncul dan berada pada area organ genital Anda, baik pembukaan vagina ataupun penis yang masuk dan berjalan melalui uretra (tabung kecil yang menghubungkan kandung kemih Anda dengan bagian luar tubuh). Mengapa seorang wanita memiliki potensi infeksi kandung kemih lebih besar daripada pria?

Untuk seorang wanita pada dasarnya mereka memiliki uretra yang lebih pendek dan terbuka atau terletak dekat dengan area vagina. Yang dengan kata lain, alasan anatomi tubuh seorang wanita lebih mendukung untuk seringnya terjadi sebuah infeksi pada sistem saluran kemihnya baik itu sistitis maupun uretritis dibandingkan pada pria.

Selain itu keluhan infeksi kandung kemih juga bisa disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut :

• Reaksi terhadap obat-obatan.
• Iritasi pada penggunaan alat medis (kateter).
• Terapi radiasi.
• Penggunaan diafragma sebagai alat kontrasepsi.
• Masa menopause.
• Komplikasi dari penyakit lain (penyumbatan pada kandung kemih atau masalah prostat).

Baca Juga : Cystitis Adalah Salah Satu Infeksi Saluran Kemih

Gejala Infeksi Kandung Kemih Yaitu

Ketika Anda mendapati infeksi sudah memasuki area kandung kemih, dalam beberapa hari Anda mungkin akan merasakan sebuah gejala sebagai tanda adanya infeksi. Beberapa tanda dan gejala infeksi kandung kemih yang dapat Anda rasakan diantaranya adalah :

• Sering berkemih atau frekuensi berkemih yang meningkat.
• Aliran urin yang kecil atau dalam jumlah yang sedikit.
• Urgensi berkemih atau tidak dapat menahan rasa ingin berkemih yang ada.
• Rasa sakit atau sensasi terbakar saat berkemih.
• Nyeri tekan pada perut bagian bawah atau punggung bagian bawah.
• Urin yang berbau lebih menyengat.
• Warna urin yang lebih keruh atau mungkin adanya darah dalam urin (hematuria).
• Hubungan seksual yang menyakitkan.
• Kelelahan berlebih.
• Demam, menggigil, atau gejala seperti flu.

Tanda dan gejala adanya infeksi kandung kemih memang biasanya akan lebih disebabkan oleh escherichia coli (E.Coli). Dimana bakteri ini biasanya ditemukan pada sistem gastrointestinal (GI) atau sistem pencernaan, mereka berpindah ketika Anda melakukan praktik kebersihan yang salah atau mencuci area genital dari arah belakang ke depan.

Hal ini sering luput dari perhatian sebagian besar orang dan akhirnya mengakibatkan adanya sebuah infeksi atau peradangan pada area sistem saluran kemihnya. Tidak jarang gejala sistitis juga dapat muncul secara tiba-tiba dan akan mempengaruhi aktivitas keseharian Anda. Selain itu, penting sebagai informasi bagi Anda bahwa gejala-gejala infeksi tersebut juga bisa terjadi akibat dari kondisi medis lain seperti PMS, prostatitis, vaginitis, dan lainnya.

Dapatkan Diagnosis Yang Sesuai Untuk Pengobatan

Ketika gejala dari infeksi kandung kemih yang Anda alami terus berlanjut dan tidak menunjukan sebuah perubahan dalam jangka panjang, tentu yang harus Anda lakukan adalah melakukan pemeriksaan dengan mendatangi dokter guna mendapatkan diagnosis pasti dari keluhan yang Anda rasakan. Sebuah keluhan pada kandung kemih Anda dapat dideteksi atau dikonfirmasi dengan melakukan tes dan juga pengujian dengan sampel urin yang berguna untuk jalannya pemeriksaan.

• Pemeriksaan langsung

Pemeriksaan ini dapat meliputi pemeriksaan fisik, pemeriksaan genital, ataupun pemeriksaan panggul untuk memperhatikan secara khusus area perut bagian bawah dan sekitarnya jika terjadi sebuah gejala yang terlihat. Dan juga ini dilakukan untuk tahu riwayat dan informasi kondisi kesehatan Anda sebelumnya.

• Urinalisis

Tes mikroskopik yang dilakukan untuk mencari sel darah putih, sel darah merah, dan bakteri yang berguna untuk dapat mendiagnosis bentuk infeksi apa yang Anda alami tersebut. Dan pemeriksan ini mungkin akan lebih ditujukan untuk menentukan penyakitnya.

• Kultur urin


Jika Anda mengalami sistitis yang rumit atau kompleks maka kultur urin akan lebih disarankan. Karena kondisi ini mungkin disebabkan oleh jenis mikroorganisme yang resisten atau kebal, dan pengujian ini ditujukan untuk dapat memilih jenis pengobatan apa yang tepat dengan kondisi Anda.

Setelah tes dan uji mikroskopik tersebut dialakukan, barulah Anda bisa mendapatkan metode atau cara pengobatan apa yang sesuai dengan hasil pemeriksaan tersebut. Ini akan menguntungkan bagi Anda karena Anda akan lebih dipastikan untuk mendapatkan sebuah pengobatan yang sesuai dengan kondisi dan tingkat keparahan keluhan yang Anda rasakan.

Perlunya Mencegah Infeksi Kandung Kemih


Sebelum Anda mendapatkan gejala infeksi pada sistem saluran kemih dan sebelum bahaya dari infeksi berkembang, akan lebih baik jika Anda melakukan tindakan pencegahan atau antisipasi dari adanya keluhan sistitis tersebut. Hal-hal yang dapat membantu Anda untuk mencegah keluhan pada kandung kemih meliputi :

• Konsumsi lebih banyak air.
• Tidak menahan buang air kecil (BAK) segera berkemih jika merasa perlu.
• Buang air kecil (BAK) setelah melakukan hubungan seksual.
• Menerapkan kebersihan yang baik dengan praktik membersihkan diri dari depan ke belakang.
• Kenakan pakaian yang menyerap atau katun.
• Tidak menggunakan produk berbahan kimia pada area genital.
• Hindari makanan atau minuman yang dapat mengiritasi kandung kemih.

Hal-hal tersebut dapat Anda lakukan sebagai bagian dalam praktik keseharian Anda guna mencegah adanya infeksi atau penyebaran bakteri pada kandung kemih Anda. Namun jika Anda sudah mengalami gejala yang berat, menyakitkan, bahkan berulang. Pemeriksaan dan pengobatan adalah jawaban yang Anda butuhkan untuk mengatasi keluhan sakit berkemih Anda tersebut.

Klinik Utama Gracia hadir untuk menangani setiap keluhan Anda, seputar organ reproduksi pria dan wanita serta keluhan genital lainnya dengan sistem dan pelayanan terbaik. Pertanyaan lebih lanjut atau konsultasi secara langsung dengan dokter kami di nomor 081336361555 untuk informasi medis yang Anda butuhkan.

Baca Juga : Kenali Gejala Dan Ciri Ciri Infeksi Saluran Kencing