Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 
Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil

Sering buang air kecil berarti memiliki keinginan untuk buang air kecil lebih sering daripada biasanya. Banyak orang mencari cara mengatasi sering buang air kecil ini. Kondisi ini dapat mengganggu rutinitsa normal seseorang dan mengganggu siklus tidur serta bisa menjadi tanda kondisi medis yang mendasarinya.

Pada kebanyakan orang dengan seringnya buang air kecil atau frekuensu urine. Ketika seseorang buang air kecil lebih dari 3 liter dalam 1 hari, itu bisa disebut poliuria. Frekuensi ini tidak sama dengan inkontinensia urine dimana terjadi kebocoran urine. Terkadang sering buang air kecil bisa mengindikasikan kondisi yang lebih serius. Identifikasi awal masalah dapat mengarah pada pengobatan yang tepat waktu dan efektif serta mencegah komplikasi.

Fakta Umum Mengenai Sering Buang Air Kecil?

Buang air kecil adalah cara tubuh membuang cairan limbah. Urine mengandung air, asam urat, urea dan racun serta limbah yang disaring dari dalam tubuh. Ginjal memainkan peran penting dalam proses ini. Urine tetap berada di kandung kemih sampai kemih mencapai titik penuh dan keinginan untuk buang air kecil. Frekuensi urine tidak sama dengan inkontinensia urine yang berarti memiliki sedikit kontrol terhadap kandung kemih. Ini dapat terjadi secara bersamaan dengan inkontinensia urine akan tetapi tidak sama. Pada kebanyakan orang buang air kecil antara 6 kali hingga 7 kali dalam 24 jam.

Penyebab Sering Buang Air Kecil


Penyebab lain sering buang air kecil dapat meliputi :

• Adanya batu kandung kemih.
• Diabetes (kencing manis).
• Sistitis interstitial.
• Otot dasar panggul (pelvic) melemah.

Kafein, nikotin, pemanis buatan dan alkohol yang berlebihan juga dapat mengiritasi dinding kandung kemih dan dapat memperburuk gejala buang air kecil yang sering terjadi.

Baca Juga : Infeksi Kandung Kemih (Sistitis) Bagian Dari ISK

Tanda Dan Gejala Sering Buang Air Kecil

Bagi penderita sering buang air kecil gejalanya mudah terlihat. Jika merasa perlu buang air kecil lebih dari 4 kali hingga 8 kali dalam 1 hari, ada kemungkinan besar memiliki masalah dengan sering buang air kecil. Segera periksakan ke dokter jika terjadi masalah seperti itu. Pada orang dewasa dan tidak sedang hamil dengan buang air kecil lebih sering dari 4 kali hingga 8 kali dalam 1 hari.

Diagnosis Untuk Sering Buang Air Kecil

Dokter akan melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan menanyakan kondisi penderitanya mengenai frekuensi buang air kecil dan tes atau pengujian sebagai berikut :
 
• Analisis urine untuk mengidentifikasi adanya kelainan pada urine.
• USG untuk gambar visual ginjal.
• Sinar X atau CT scan polos abdomen dan panggul (pelvic).
• Tes atau pengujian neurologis untuk mendeteksi gangguan saraf.
• Menguji atau tes infeksi menular seksual (IMS).

Penanganan Atau Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil Yang Benar


Cara mengatasi sering buang air kecil akan tergantung pada apa yang menyebabkannya atau pada apa yang mendasarinya. Jika konsultasi mengarah pada diagnosis diabetes mellitus maka pengobatannnya bertujuan untuk menjaga kadar gula darah tinggi terkendali. Untuk infeksi ginjal bakteri, pengobatannya adalah terapi antibiotik dan penghilang rasa sakit.

Jika penyebabnya adalah kandung kemih yang terlalu aktif, maka cari cara mengatasi sering buang air kecil yang tepat dan ampuh. Cara mengatasi sering buang air kecil ini untuk mencegah kontraksi otot detrusor involunter yang tidak normal (abnormal) terjadi di dinding kandung kemih. Anda bisa melakukan semua cara mengatasi sering buang air kecil ini di Klinik Utama Gracia. Klinik yang sangat terpercaya dalam menangani permasalahan sering buang air kecil. Anda hanya dengan melakukan konsultasi ke nomor kami di 081336361555 maka sudah bisa melakukan pengobatan. Atau dengan layanan konsultasi chat online seperti dibawah ini.


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikandrologi.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.