Penilaian: 0 / 5

Nonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan BintangNonaktifkan Bintang
 

Apa resiko radang panggul jika dibiarkan? Radang panggul adalah infeksi pada saluran genital wanita bagian atas termasuk rahim, saluran tuba dan ovarium. Radang panggul adalah kondisi yang umum, meskipun tidak jelas berapa banyak wanita yang terkena dampaknya. Sebagian besar mempengaruhi wanita yang aktif secara seksual dan berusia 15 tahun hingga 24 tahun.

Radang Panggul Pengertiannya Adalah

Radang panggul adalah infeksi saluran reproduksi wanita. Dapat mempengaruhi rahim, saluran tuba dan ovarium. Jaringan parut tumbuh diantara organ-organ internal yang mengarah pada nyeri panggul (pelvic) yang sedang berlangsung. Ini juga dapat menyebabkan kehamulan ektopik. Terjadi ketika sel telur yang dibuahi tumbuh di luar rahim. Jika tidak segera diobati, resiko radang panggul dapat menyebabkan infeksi kronis dan kemungkinan tidak bisa hamil.

Apa Yang Menjadi Penyebab Radang Panggul


Sebagian besar kasus radang panggul disebabkan oleh infeksi bakteri yang menyebar atau menular dari vagina atau serviks (leher rahim) ke organ reproduksi yang lebih tinggi. Berbagai jenis bakteri dapat menyebabkan radang panggul. Beberapa kasus disebabkan oleh infeksi menular seksual (IMS) seperti klamidia atau gonore (kencing nanah). Jenis infeksi menular seksual (IMS) yang disebut Mycoplasma Genitalium dianggap semakin diatas pada kasus radang panggul. Dalam kebanyakan kasus yang lainnya, kondisi ini dapat disebabkan oleh bakteri yang biasanya hidup di vagina.

Baca Juga : Apakah Berbahaya Penyakit Radang Panggul Pada Wanita?

Beberapa Risiko Radang Panggul Jika Dibiarkan

Resiko radang panggul paling sering tidak menyebabkan gejala yang jelas. Sebagian besar wanita yang memiliki gejala hanya ringan yang kemungkinan termasuk beberapa saja, seperti :
 
• Nyeri di sekitar panggul (pelvic) atau perut bagian bawah.
• Ketidaknyamanan atau rasa sakit saat berhubungan seksual yang terasa jauh di dalam panggul (pelvic).
• Rasa sakit saat kencing.
• Perdarahan diantara menstruasi dan setelah berhubungan seksual.
• Periode yang berat.
• Periode yang menyakitkan.
• Keputihan yang tidak biasa, terutama jika berwarna kuning atau hijau.
• Sakit perut bagian bawah yang parah.
• Demam.
• Mual dan muntah.

Bagaimana Cara Radang Panggul Didiagnosis?

Tidak ada tes atau pengujian tunggal untuk mendiagnosis resiko radang panggul. Ini didiagnosis berdasarkan gejala dan pemeriksaan ginekologis. Dokter terlebih dahulu menanyakan mengenai riwayat medis dan riwayat seksual. Langkah selanjutnya dengan melakukan pemeriksaan panggul (pelvic) untuk memeriksa adanya kelembutan dan keputihan yang abnormal (tidak normal).
 
Ada kemungkinan mengalami beberapa ketidaknyamanan selama pemeriksaan ini terutama jika memiliki resiko radang panggul. Metode usap diambil dari bagian dalam vagina dan serviks (leher rahim). Lalu di analisis di laboratorium untuk mencari tanda-tanda infeski bakteri dan mengidentifikasi bakterinya.
 
Tes atau pengujian positif untuk klamidia, gonore (kencing nanah) atau mikoplasma genitalium berguna untuk mendiagnosis radang panggul. Akan tetapi pada kebanyakan wanita memiliki penyeka negatif dan tidak mengesampingkan diagnosis. Karena radang panggul kemungkinan sulit untuk didiagnosis, tes atau pengujian lain juga kemungkinan sangat diperlukan untuk mencari tanda-tanda infeksi atau peradangan dan menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dari gejalanya. Tes atau pengujian ini kemungkinan termasuk :
 
• Tes atau pengujian urine atau darah.
• Tes atau pengujian untuk kehamilan.
• Pemindaian ultrasound yang baisanya dialkukan dengan menggunakan USG transvaginal.
 
Dalam beberapa kasus, laparoskopi dapat digunakan untuk mendiagnosis radang panggul. Laparoskopu adalah operasi kecil dimana 2 luka kecil di buat di perut. Sehingga dokter dapat melihat organ-organ internal dan untuk mengambil sampel jaringan. Biasanya hanya dilakukan pada kasus yang lebih parah dimana adanya kemungkinan penyebab gejala lainnya seperti radang usus buntu.

Penanganan Ampuh Pada Setiap Resiko Radang Panggul


Jika didiagnosis pada tahap awal, resiko radang panggul dapat diobati dengan pengobatan antibiotik yang biasanya berlangsung selama 14 hari. Selain itu dengan pengobatan antibiotik lain untuk menutupi infeksi yang paling mungkin atau dengan pengobatan intravena. Sangat penting untuk menyelesaikan semua pengobatan dan usahakan tidak melakukan hubungan seksual selama pengobatan.

Hingga dinyatakan sembuh oleh dokter dan untuk memastikan infeksinya sembuh. Pasangan seksual Anda juga harus melakukan tes atau pengujian dan pengobatan untuk menghentikan infeksi berulang atau yang disebarkan pada orang lain. Setiap resiko radang panggul harus segera mendapatkan penanganan. Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan terjadi. Info pengobatannya ada dibawah ini atau dengan menghubungi kami Klinik Utama Gracia di nomor 081336361555.

Baca Juga : Apakah Pinggang Kanan Sakit Gejala Radang Panggul?


Panduan Penting

Perlu Anda ketahui bahwa setiap artikel ataupun tips yang Kami sediakan di website klinikandrologi.com hanya merupakan referensi dan harap tidak dijadikan sebagai panduan medis yang mutlak.

Sehingga ada baiknya konsultasikan kondisi medis yang Anda alami dengan dokter profesional agar penyakit Anda bisa terpantau dan disembuhkan dengan baik.